Showing posts with label A-Pink. Show all posts
Showing posts with label A-Pink. Show all posts

Saturday, May 31, 2014

[FF] Our Dreams After Story! (LuKai Ver.)

Our Dream After Story!

Cast: Kai | Luhan | EXO-Apink
Genre  : Family
Disclaimer: the story is MINE, EXO and Apink belongs to their management.

A/N    : Kiw kiw datang lagi nih dengan after story-nya Our Dreams kekekeke! Buat kalian yang penasaran ama kelanjutan dua kakak beradik ini ;) 


Ini sudah berbulan-bulan lamanya setelah kemenangan EXO di Sing-Dance-Competition, juga bertemunya Jongin dengan sang kakak tiri, Luhan. Keluarga Kim kembali hidup, dimana kehidupan mereka kini lebih baik lagi. Untuk sementara, Jongin dan sang Mama pindah ke apartement Luhan yang lebih baik (Jongin dan Luhan menabung untuk membelikan rumah untuk sang mama) dan say goodbye pada tante berwajah ular itu.

“Jonginnie, Jonghannie, kesini sebentar!” sore yang tenang di apartement Luhan, dimana Umma sedang sibuk di dapur, memasak beberapa masakan untuk Chuseok besok, sedangkan Luhan dan Jongin sibuk menata ruangan dengan dekorasi ala Chuseok.

“Ne, eomma! Ada apa?” Luhan yang lebih dekat dengan dapur langsung melesat ke sana.

“Kulkas benar-benar kosong! Bagaimana bisa memasak untuk Chuseok? Eomma baru akan memasak kimchi chiggae. Kalian belanja ya? Ini bahan-bahannya.” Umma menyerahkan daftar belanjaan yang membuat mata Luhan melebar,

“Eomma! Segini???”

“Lho, bukankah kalian ingin merayakannya juga dengan eks...apa itu... Ekso?”

Luhan memberi delikan pada Jongin yang kini menunjukkan kedua tangannya dengan pose peace. “Hehehehe!”

*

Akhirnya, dengan senang hati Luhan berangkat dengan Jongin ke Lottemart Wholesale terdekat. Jongin mendorong trolley, sedangkan Luhan memegang list belanjaan.

“Tomat... cabai... pasta cabai... bawang, ya! Ambil yang banyak! Kentang... kol, hanwoo, samgyupsal, ikan... udang? Ramyun... omo, ini banyak sekali!” kata Luhan kaget. Jongin terkekeh,

“Ekso kalau makan seperti monster, Hyung. Trust me.”

“Great. Apartementku jadi penuh dan bau nantinya.” Keluh Luhan sedikit bercanda.

“Yaaa, hyung! Jangan begitu dong. Kita kan sudah damai, ya kan? Ya kan? Lagipula.. kenapa hyung tidak undang siapa itu... Minseok hyung dan Yixing hyung?”

Luhan menaruh beberapa sayuran ke dalam trolley, “Hm? Mereka?”

“Yep. I mean, semakin banyak orang semakin ramai! Besides, ini Chuseok! Semua orang harus merasakan Chuseok, ya kan?!” ucap Jongin semangat sambil mengangkat beberapa sayuran di tangannya.

“Errr... yah, boleh. Sebentar, aku akan hubungi mereka berdua.”

Mereka belanja hampir satu jam lamanya. Bukan karena belanjaan yang cukup banyak, tapi perdebatan panjang dengan Jongin. Jongin banyak sekali maunya (dari snack udang, sampai Chocopie dan Pepero) sedangkan Luhan tidak menginginkan makanan manis.

Sampai akhirnya, Luhan membiarkan Jongin memasukkan 12 bungkus Pepero ke dalam trolley. Kini mereka sudah di depan kasir, menunggu semua belanjaannya dihitung.
“Semuanya 257.652 won.” Kata sang cashier. Jongin menoleh ke arah Luhan (dimana sumber uang ada padanya) dengan tangan mengadah,

“Hyung! Uangnya...”

Luhan yang sibuk bertelepon dengan Minseok dan Yixing (ehm converence call) memberi kode pada Jongin untuk mengambil dompetnya di saku celana. Dengan cepat, Jongin merogoh saku Luhan dan menemukan dompet hitam milik Luhan.

Jongin memberi satu kartu kredit pada chasier, dan terpaku pada apa yang ada di dalam dompet Luhan. Saat itu juga, Jongin tidak bisa menahan senyumnya. Disana, tertera foto masa kecil mereka. Jongin dan Luhan yang berangkulan dengan senyum paling lebar dan bahagia, dimana dibelakang mereka sang Mama memeluk mereka (walaupun bagian Ayah mereka sudah Luhan robek) tapi... Jongin tidak menyangka Luhan menyimpan semua itu.

“Silahkan diambil belanjaannya. Terima kasih sudah berbelanja di Lotte Mart Wholesale!”

*

Di perjalanan pulang, Luhan merasakan adik tirinya itu selalu mencuri pandang ke arahnya, seakan ada yang ingin ia bicarakan tapi ragu.

“Oi, Kim Jongin. Ada apa? Mau bicara sesuatu?”

Jongin yang seperti tertangkap basah, menggaruk tengkuknya, “Eng... iya, sih... anu... tadi... di dompet hyung... aku tidak percaya hyung menyimpan foto masa kecil kita...”

Blush! Mendengar hal itu, muncul semburat pink di pipi Luhan, “Y—ya... kau melihatnya...”

“Tentu saja! Hyung yang memberiku dompetmu, kan? Uwaaa! Hyung memerah! Hahaha! Gwaenchana, hyung! Aku justru senang... aku bahkan tidak memasang foto hyung di dompet...”

Luhan mengulas senyumnya, “Ah... ya. Terkejut, ya?”

“Hyung. Ceritakan saat hyung kabur dari rumah. Aku ingin tahu.”

“But dont tell eomma, ara?”

“Yaksokhae, hyung!”

“Oke. Hm, saat itu... aku memang tidak sengaja membuka file tentang kelahiranku. Benar-benar saat shock. Yang aku pikirkan saat itu, i’m not belong to this family. Yeah, saat itu aku benar-benar labil. Aku memutuskan kabur dari rumah. Yang aku bawa hanya beberapa snack kecil, beberapa peser uang, jaket... lalu... foto itu. Yah, kau bisa bayangkan kehidupanku setelah itu yang rumit dan menyedihkan. Tapi... dengan melihat foto itu, aku menjadi semangat lagi. Karena foto itu juga, aku tidak menyerah dan berniat untuk mengembalikan semuanya.”

Jongin tersenyum lebut, “Begitu, ya. Hyung, maaf...”

“Apa yang perlu dimaafkan? Sudah, itu masa lalu kan! Jongin-ah, berjanjilah padaku mulai sekarang kita akan melihat ke depan. Never go back.”

“Ng. Janji, hyung.”

*

Malam yang sibuk di kediaman Kim. Mereka benar-benar mempersiapkan Chuseok dengan sangat serius karena ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama mereka merayakan Chuseok secara lengkap, utuh.

Paginya, Eomma, Luhan dan Jongin sudah di ruang tengah yang penuh dengan makanan khusus para dewa. Mereka tampak cantik dan tampan dengan hanbok yang Eomma jahit sendiri.

Acara Chuseok di keluarga Kim pun berjalan dengan khidmat.

Tapi tidak berlangsung lama.

Tepat jam 7 malam, dimana saatnya makan malam Jongin mengundang semua teman-temannya. Yang awalnya hanya mengajak EXO + Minseok dan Yixing, jadi merambat!

Luhan rasanya mau pingsan saat melihat apartement yang tidak terlalu besar itu kini penuh dengan banyak orang (bahkan ada gadis yang tidak ia kenal!). Byun Baekhyun dan Park Chanyeol membawa adik mereka. Baekhyun juga mengundang Tao, teman sparringnya. Tak sampai disitu, Sehun mengundang Namjoo yang otomatis mengundang Eunji + Kris, sang kakak. Tak hanya itu, Junmyeon mengundang Jongdae bersamanya. Dan yang makin pusing, di tengah acara Bomi mengajak teman cheersnya, untuk datang.

“Wow! Look at this, Luhan! Ini untuk pertama kalinya apartementmu berubah jadi full house.” Ucap Minseok di balkon, dimana ia, Luhan dan Yixing menghindar dari kelompok yang tidak begitu ia kenal (walaupun sudah berkenal tapi ia tidak ingat semua).

“Yeah, Luhan. It’s fun! Right?” timpal Yixing sambil mengangkat kaleng sodanya ke 
udara.

“Dasar Jongin itu. Katanya hanya mengundang EXO, tapi malah jadi ramai begini. Tidak apa-apa. It’s fun. Ramai. Hangat.” Jawab Luhan sambil menatap langit Seoul yang kini bertaburan bintang.

“Sepertinya... keadaan semakin baik ya, Luhan. Syukurlah.” Minseok merangkul Luhan. Luhan mengangguk, mengamini perkataan Minseok.

“Akh! B—bintang jatuh!” tak lama Yixing berteriak. Tangannya menunjuk ke arah langit. Minseok dan Luhan ikut melihatnya,

“Wah! Benar! Yaaa! Ayo ucapkan permintaan kita!”

Luhan menengok ke kedua temannya itu yang kini sudah ada dalam posisi memohon. Euh, aku tidak begitu percaya dengan hal ini sih, tapi... Luhan pun mulai menutup matanya, lalu memohon, semoga selamanya bisa seperti ini... semoga selamanya bisa bersama... amen.

Saat itu, Luhan sangat bersungguh-sungguh.

*

Keasyikan mengobrol di balkon bersama Yixing dan Minseok, Luhan tidak percaya apa yang terjadi di apartementnya.

Such a mess! Luhan bahkan tidak mengenali lagi ini apartementnya atau bukan!

“J—Jongin-ah! Ige mwoya?!” pekik Luhan. Jongin muncul dari balik sofa,

“Ah... hyung! Dari mana saja... tadi seru sekali—“

“Ya! Berantakkan sekali! Apa yang kau lakukan dengan teman-temanmu, huh?!”
Minseok dan Yixing bertatapan lalu, “A...anu, sudah malam... Luhan, kita duluan ya bye!” mereka buru-buru keluar, karena merasakan akan ada perang besar antara adik dan kakak dan mereka tidak mau terlibat.

“Woah! Seru sekali! Kami main truth or dare, karaoke, teka-teki, dan—“

“KIM JONGIN!!”

“A—ampuuuun~!!”



***FIN***

Sunday, March 9, 2014

[Drabble] Secret Admirer

[FF] [Drabble] Secret Admirer
Cast:
Kim Namjoo (Apink) | Oh Sehun (EXO)
Genre: 
Romance / Hurt
Rate:
K+

Disclamer: 
Dont own Apink neither EXO. Just own the plot



Ini surat NamJoo yang terakhir, ia bisa pastikan. Sudah 2 minggu terakhir, NamJoo rutin menulis surat cinta tanpa nama kepada Sehun, temannya sendiri. NamJoo tahu, menulis surat cinta sangat ketinggalan jaman dan tidak meninggalkan identitas adalah perbuatan pengecut, tapi itulah adanya jika kau jatuh cinta pada teman sendiri. Di surat yang terakhir ini, ia tidak akan menulis penggalan-penggalan lagu romantis atau puisi-puisi lagi, tetapi hanya beberapa baris kalimat:


Kali ini aku akan menunjukkan sosokku padamu. Kutunggu kau di taman belakang sehabis pulang sekolah. See u there, xoxo.


NamJoo buru-buru melipat kertas berwarna soft pink itu, dan memasukkannya ke dalam loker Sehun sebelum ada yang melihat.

Sehun membuka lokernya dan terkejut melihat kertas pink yang dilipat rapi. Ia menaikkan satu alisnya,

“Surat lagi...” Ia mengambilnya lalu menyunggingkan senyum, dan kini ia akan menunjukkan sosoknya. Well, aku harap bukan laki-laki. Sehun pun menaruh surat itu ke dalam saku almamaternya, menutup loker, dan berjalan menuju kelas. Dari kejauhan, Namjoo memperhatikan Sehun. Sehun tersnyum! Apakah ini pertanda?

Bel sekolah pun berbunyi. Namjoo tidak bisa tenang daritadi. Ia akan menemui Sehun sebentar lagi. Sehun yang duduk tidak jauh darinya buru-buru membereskan barangnya. Hingga Chanyeol, sahabatnya meneriaki Sehun,

“YA! Sehun-a! Kau mau kemana?”

Wajah Sehun tanpak panik, “Uh... aku ada urusan. Nanti aku menyusul. Bye!”

Namjoo semakin tegang, Sehun mau datang! Mendadak Namjoo sakit perut. Ia ingin ini semua cepat berakhir.

Sehun sendirian di taman belakang sekolah, dan belum terlihat tanda tanda dari sang secret admirer. Ia menghela napas, ia ingin cepat-cepat pergi tetapi rasa penasarannya begitu hebat.

Namjoo melirik sebentar. Sehun sudah ada disana. Baiklah, Namjoo, kau pasti bisa. Namjoo melangkahkan kakinya dengan yakin, dan hampir saja Namjoo terjatuh saat Sehun menatapnya, lalu tersenyum.

“Ah, Halo, NamJoo! Sedang apa di taman ini?”

Langkah Namjoo berhenti. Sehun tidak menyadarinya?

“A... Aku...”

“Hey, NamJoo, apakah kau melihat seseorang menuju ke arah sini? Kau tahu, aku menunggu seseorang yang selalu mengirimiku surat... Katanya ia mengajak bertemu disini.”

Namjoo hendak membuka mulutnya, tetapi Sehun lagi-lagi  memotong, “Bukan kau kan, Namjoo?”

Tubuh Namjoo lemas seketika. Tekadnya pudar sudah. Hatinya sakit. Sehun bahkan tidak menginginkan Namjoo menjadi secret admirernya. “A—ah... bu..kan. Iya, bukan kok...”

Sehun tertawa lepas, “Syukurlah... aku kira itu kau. Kau kan tidak mungkin mengirimiku begituan kan?”

Namjoo berusaha tersenyum. Itu aku, Sehun. Aku yang mengirimu itu semua.

“Ma—Mana mungkin!”

“Hahaha, iya, mana mungkin. Namjoo, aku boleh minta tolong?” Sehun tiba-tiba mendekat dan menyerahkan surat itu pada Namjoo,

“Jika pemilik surat ini datang, tolong bilang ya, aku lelah menunggunya. Aku ada latihan futsal sebentar lagi. Dan... tolong bilang terima kasih padanya, puisinya indah dan lirik lagunya sangat romantis. Tapi... Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun. Oke? Namjoo, your my besties, I trust you! Bye!” Sehun menepuk bahu Namjoo dua kali, dan berlari meninggalkannya. Seketika, Namjoo terduduk, menangis.

Kau sudah menyampaikannya secara langsung, Sehun... batin Namjoo. Sepertinya, quote ‘Love ends before it starts’ sangat cocok untuk dirinya kali ini. Namjoo mengatai dirinya sendiri pengecut dan bodoh. Sekalinya secet admirer, akan selamanya secret admirer. Namjoo menghapus air matanya, bodoh. Tidak seharusnya aku melakukan ini. Padahal biar saja selamanya seperti ini. 

Selamanya mengirimi surat tanpa nama, selamanya sembunyi, selamanya hanya menatap punggungnya dari jauh. Mungkin itu akan lebih baik. Ya... lebih baik.


FIN


A/N: Uhuhuhu sedih ya jadi Namjoo :'( makanya jangan suka ama Sehun! hahahah yeap ini dia drabble EXOPink~ udah lama sih buatnya, cuma belum ku post aja~

do you like it? Please leave your comment below! thankyou ^^

Tuesday, February 18, 2014

[FF] Our Dreams!

Haloooo teman teman! Langsung aja nih ya, inget big project FF Our Dreams yang aku buat covernya? Yatta, finally FF itu selesai! *dancing* 

Udah lama sih, guys, hhe. Nah, aku mikirnya... karena FF itu terlalu panjang... so, aku bikin PDF-nya dan bisa dibaca dimana pun tanpa part alias langsung tamat! :)



Title:
Our Dream {우리의 꿈}

Author:
ShelaJunior

Main Cast:
EXO-K | Eunji | Namjoo | Bomi | Chorong | Luhan

Other Cast:
Chen | Xiumin | Lay | Kris | Tao | Hayeong

Supporting Cast:
Woohyun | Sunggyu | Naeun | Taemin | Key | Jonghyun | Lee Sooman

Special Appearance:
Girls Day’s Min-ah as Taemin little sister
and
Super Junior’s Lee Donghae as Lee Sooman’s son

Special Performance:
SE7EN | Lee Hi | Sistar | Teen Top

Length:
Chapter

Genre:
Drama | School-life | Friendship | Family | Romance | Hurt/comfort | Fluff

Rating:
T (Teen)

Language: Indonesian | English | Korean |


Disclaimer: I Don’t own anything except the plot.



Enjoy guys ;;)