Showing posts with label fanfiction. Show all posts
Showing posts with label fanfiction. Show all posts

Saturday, May 31, 2014

[FF] Our Dreams After Story! (LuKai Ver.)

Our Dream After Story!

Cast: Kai | Luhan | EXO-Apink
Genre  : Family
Disclaimer: the story is MINE, EXO and Apink belongs to their management.

A/N    : Kiw kiw datang lagi nih dengan after story-nya Our Dreams kekekeke! Buat kalian yang penasaran ama kelanjutan dua kakak beradik ini ;) 


Ini sudah berbulan-bulan lamanya setelah kemenangan EXO di Sing-Dance-Competition, juga bertemunya Jongin dengan sang kakak tiri, Luhan. Keluarga Kim kembali hidup, dimana kehidupan mereka kini lebih baik lagi. Untuk sementara, Jongin dan sang Mama pindah ke apartement Luhan yang lebih baik (Jongin dan Luhan menabung untuk membelikan rumah untuk sang mama) dan say goodbye pada tante berwajah ular itu.

“Jonginnie, Jonghannie, kesini sebentar!” sore yang tenang di apartement Luhan, dimana Umma sedang sibuk di dapur, memasak beberapa masakan untuk Chuseok besok, sedangkan Luhan dan Jongin sibuk menata ruangan dengan dekorasi ala Chuseok.

“Ne, eomma! Ada apa?” Luhan yang lebih dekat dengan dapur langsung melesat ke sana.

“Kulkas benar-benar kosong! Bagaimana bisa memasak untuk Chuseok? Eomma baru akan memasak kimchi chiggae. Kalian belanja ya? Ini bahan-bahannya.” Umma menyerahkan daftar belanjaan yang membuat mata Luhan melebar,

“Eomma! Segini???”

“Lho, bukankah kalian ingin merayakannya juga dengan eks...apa itu... Ekso?”

Luhan memberi delikan pada Jongin yang kini menunjukkan kedua tangannya dengan pose peace. “Hehehehe!”

*

Akhirnya, dengan senang hati Luhan berangkat dengan Jongin ke Lottemart Wholesale terdekat. Jongin mendorong trolley, sedangkan Luhan memegang list belanjaan.

“Tomat... cabai... pasta cabai... bawang, ya! Ambil yang banyak! Kentang... kol, hanwoo, samgyupsal, ikan... udang? Ramyun... omo, ini banyak sekali!” kata Luhan kaget. Jongin terkekeh,

“Ekso kalau makan seperti monster, Hyung. Trust me.”

“Great. Apartementku jadi penuh dan bau nantinya.” Keluh Luhan sedikit bercanda.

“Yaaa, hyung! Jangan begitu dong. Kita kan sudah damai, ya kan? Ya kan? Lagipula.. kenapa hyung tidak undang siapa itu... Minseok hyung dan Yixing hyung?”

Luhan menaruh beberapa sayuran ke dalam trolley, “Hm? Mereka?”

“Yep. I mean, semakin banyak orang semakin ramai! Besides, ini Chuseok! Semua orang harus merasakan Chuseok, ya kan?!” ucap Jongin semangat sambil mengangkat beberapa sayuran di tangannya.

“Errr... yah, boleh. Sebentar, aku akan hubungi mereka berdua.”

Mereka belanja hampir satu jam lamanya. Bukan karena belanjaan yang cukup banyak, tapi perdebatan panjang dengan Jongin. Jongin banyak sekali maunya (dari snack udang, sampai Chocopie dan Pepero) sedangkan Luhan tidak menginginkan makanan manis.

Sampai akhirnya, Luhan membiarkan Jongin memasukkan 12 bungkus Pepero ke dalam trolley. Kini mereka sudah di depan kasir, menunggu semua belanjaannya dihitung.
“Semuanya 257.652 won.” Kata sang cashier. Jongin menoleh ke arah Luhan (dimana sumber uang ada padanya) dengan tangan mengadah,

“Hyung! Uangnya...”

Luhan yang sibuk bertelepon dengan Minseok dan Yixing (ehm converence call) memberi kode pada Jongin untuk mengambil dompetnya di saku celana. Dengan cepat, Jongin merogoh saku Luhan dan menemukan dompet hitam milik Luhan.

Jongin memberi satu kartu kredit pada chasier, dan terpaku pada apa yang ada di dalam dompet Luhan. Saat itu juga, Jongin tidak bisa menahan senyumnya. Disana, tertera foto masa kecil mereka. Jongin dan Luhan yang berangkulan dengan senyum paling lebar dan bahagia, dimana dibelakang mereka sang Mama memeluk mereka (walaupun bagian Ayah mereka sudah Luhan robek) tapi... Jongin tidak menyangka Luhan menyimpan semua itu.

“Silahkan diambil belanjaannya. Terima kasih sudah berbelanja di Lotte Mart Wholesale!”

*

Di perjalanan pulang, Luhan merasakan adik tirinya itu selalu mencuri pandang ke arahnya, seakan ada yang ingin ia bicarakan tapi ragu.

“Oi, Kim Jongin. Ada apa? Mau bicara sesuatu?”

Jongin yang seperti tertangkap basah, menggaruk tengkuknya, “Eng... iya, sih... anu... tadi... di dompet hyung... aku tidak percaya hyung menyimpan foto masa kecil kita...”

Blush! Mendengar hal itu, muncul semburat pink di pipi Luhan, “Y—ya... kau melihatnya...”

“Tentu saja! Hyung yang memberiku dompetmu, kan? Uwaaa! Hyung memerah! Hahaha! Gwaenchana, hyung! Aku justru senang... aku bahkan tidak memasang foto hyung di dompet...”

Luhan mengulas senyumnya, “Ah... ya. Terkejut, ya?”

“Hyung. Ceritakan saat hyung kabur dari rumah. Aku ingin tahu.”

“But dont tell eomma, ara?”

“Yaksokhae, hyung!”

“Oke. Hm, saat itu... aku memang tidak sengaja membuka file tentang kelahiranku. Benar-benar saat shock. Yang aku pikirkan saat itu, i’m not belong to this family. Yeah, saat itu aku benar-benar labil. Aku memutuskan kabur dari rumah. Yang aku bawa hanya beberapa snack kecil, beberapa peser uang, jaket... lalu... foto itu. Yah, kau bisa bayangkan kehidupanku setelah itu yang rumit dan menyedihkan. Tapi... dengan melihat foto itu, aku menjadi semangat lagi. Karena foto itu juga, aku tidak menyerah dan berniat untuk mengembalikan semuanya.”

Jongin tersenyum lebut, “Begitu, ya. Hyung, maaf...”

“Apa yang perlu dimaafkan? Sudah, itu masa lalu kan! Jongin-ah, berjanjilah padaku mulai sekarang kita akan melihat ke depan. Never go back.”

“Ng. Janji, hyung.”

*

Malam yang sibuk di kediaman Kim. Mereka benar-benar mempersiapkan Chuseok dengan sangat serius karena ini adalah pertama kalinya setelah sekian lama mereka merayakan Chuseok secara lengkap, utuh.

Paginya, Eomma, Luhan dan Jongin sudah di ruang tengah yang penuh dengan makanan khusus para dewa. Mereka tampak cantik dan tampan dengan hanbok yang Eomma jahit sendiri.

Acara Chuseok di keluarga Kim pun berjalan dengan khidmat.

Tapi tidak berlangsung lama.

Tepat jam 7 malam, dimana saatnya makan malam Jongin mengundang semua teman-temannya. Yang awalnya hanya mengajak EXO + Minseok dan Yixing, jadi merambat!

Luhan rasanya mau pingsan saat melihat apartement yang tidak terlalu besar itu kini penuh dengan banyak orang (bahkan ada gadis yang tidak ia kenal!). Byun Baekhyun dan Park Chanyeol membawa adik mereka. Baekhyun juga mengundang Tao, teman sparringnya. Tak sampai disitu, Sehun mengundang Namjoo yang otomatis mengundang Eunji + Kris, sang kakak. Tak hanya itu, Junmyeon mengundang Jongdae bersamanya. Dan yang makin pusing, di tengah acara Bomi mengajak teman cheersnya, untuk datang.

“Wow! Look at this, Luhan! Ini untuk pertama kalinya apartementmu berubah jadi full house.” Ucap Minseok di balkon, dimana ia, Luhan dan Yixing menghindar dari kelompok yang tidak begitu ia kenal (walaupun sudah berkenal tapi ia tidak ingat semua).

“Yeah, Luhan. It’s fun! Right?” timpal Yixing sambil mengangkat kaleng sodanya ke 
udara.

“Dasar Jongin itu. Katanya hanya mengundang EXO, tapi malah jadi ramai begini. Tidak apa-apa. It’s fun. Ramai. Hangat.” Jawab Luhan sambil menatap langit Seoul yang kini bertaburan bintang.

“Sepertinya... keadaan semakin baik ya, Luhan. Syukurlah.” Minseok merangkul Luhan. Luhan mengangguk, mengamini perkataan Minseok.

“Akh! B—bintang jatuh!” tak lama Yixing berteriak. Tangannya menunjuk ke arah langit. Minseok dan Luhan ikut melihatnya,

“Wah! Benar! Yaaa! Ayo ucapkan permintaan kita!”

Luhan menengok ke kedua temannya itu yang kini sudah ada dalam posisi memohon. Euh, aku tidak begitu percaya dengan hal ini sih, tapi... Luhan pun mulai menutup matanya, lalu memohon, semoga selamanya bisa seperti ini... semoga selamanya bisa bersama... amen.

Saat itu, Luhan sangat bersungguh-sungguh.

*

Keasyikan mengobrol di balkon bersama Yixing dan Minseok, Luhan tidak percaya apa yang terjadi di apartementnya.

Such a mess! Luhan bahkan tidak mengenali lagi ini apartementnya atau bukan!

“J—Jongin-ah! Ige mwoya?!” pekik Luhan. Jongin muncul dari balik sofa,

“Ah... hyung! Dari mana saja... tadi seru sekali—“

“Ya! Berantakkan sekali! Apa yang kau lakukan dengan teman-temanmu, huh?!”
Minseok dan Yixing bertatapan lalu, “A...anu, sudah malam... Luhan, kita duluan ya bye!” mereka buru-buru keluar, karena merasakan akan ada perang besar antara adik dan kakak dan mereka tidak mau terlibat.

“Woah! Seru sekali! Kami main truth or dare, karaoke, teka-teki, dan—“

“KIM JONGIN!!”

“A—ampuuuun~!!”



***FIN***

Sunday, March 9, 2014

[Drabble] Secret Admirer

[FF] [Drabble] Secret Admirer
Cast:
Kim Namjoo (Apink) | Oh Sehun (EXO)
Genre: 
Romance / Hurt
Rate:
K+

Disclamer: 
Dont own Apink neither EXO. Just own the plot



Ini surat NamJoo yang terakhir, ia bisa pastikan. Sudah 2 minggu terakhir, NamJoo rutin menulis surat cinta tanpa nama kepada Sehun, temannya sendiri. NamJoo tahu, menulis surat cinta sangat ketinggalan jaman dan tidak meninggalkan identitas adalah perbuatan pengecut, tapi itulah adanya jika kau jatuh cinta pada teman sendiri. Di surat yang terakhir ini, ia tidak akan menulis penggalan-penggalan lagu romantis atau puisi-puisi lagi, tetapi hanya beberapa baris kalimat:


Kali ini aku akan menunjukkan sosokku padamu. Kutunggu kau di taman belakang sehabis pulang sekolah. See u there, xoxo.


NamJoo buru-buru melipat kertas berwarna soft pink itu, dan memasukkannya ke dalam loker Sehun sebelum ada yang melihat.

Sehun membuka lokernya dan terkejut melihat kertas pink yang dilipat rapi. Ia menaikkan satu alisnya,

“Surat lagi...” Ia mengambilnya lalu menyunggingkan senyum, dan kini ia akan menunjukkan sosoknya. Well, aku harap bukan laki-laki. Sehun pun menaruh surat itu ke dalam saku almamaternya, menutup loker, dan berjalan menuju kelas. Dari kejauhan, Namjoo memperhatikan Sehun. Sehun tersnyum! Apakah ini pertanda?

Bel sekolah pun berbunyi. Namjoo tidak bisa tenang daritadi. Ia akan menemui Sehun sebentar lagi. Sehun yang duduk tidak jauh darinya buru-buru membereskan barangnya. Hingga Chanyeol, sahabatnya meneriaki Sehun,

“YA! Sehun-a! Kau mau kemana?”

Wajah Sehun tanpak panik, “Uh... aku ada urusan. Nanti aku menyusul. Bye!”

Namjoo semakin tegang, Sehun mau datang! Mendadak Namjoo sakit perut. Ia ingin ini semua cepat berakhir.

Sehun sendirian di taman belakang sekolah, dan belum terlihat tanda tanda dari sang secret admirer. Ia menghela napas, ia ingin cepat-cepat pergi tetapi rasa penasarannya begitu hebat.

Namjoo melirik sebentar. Sehun sudah ada disana. Baiklah, Namjoo, kau pasti bisa. Namjoo melangkahkan kakinya dengan yakin, dan hampir saja Namjoo terjatuh saat Sehun menatapnya, lalu tersenyum.

“Ah, Halo, NamJoo! Sedang apa di taman ini?”

Langkah Namjoo berhenti. Sehun tidak menyadarinya?

“A... Aku...”

“Hey, NamJoo, apakah kau melihat seseorang menuju ke arah sini? Kau tahu, aku menunggu seseorang yang selalu mengirimiku surat... Katanya ia mengajak bertemu disini.”

Namjoo hendak membuka mulutnya, tetapi Sehun lagi-lagi  memotong, “Bukan kau kan, Namjoo?”

Tubuh Namjoo lemas seketika. Tekadnya pudar sudah. Hatinya sakit. Sehun bahkan tidak menginginkan Namjoo menjadi secret admirernya. “A—ah... bu..kan. Iya, bukan kok...”

Sehun tertawa lepas, “Syukurlah... aku kira itu kau. Kau kan tidak mungkin mengirimiku begituan kan?”

Namjoo berusaha tersenyum. Itu aku, Sehun. Aku yang mengirimu itu semua.

“Ma—Mana mungkin!”

“Hahaha, iya, mana mungkin. Namjoo, aku boleh minta tolong?” Sehun tiba-tiba mendekat dan menyerahkan surat itu pada Namjoo,

“Jika pemilik surat ini datang, tolong bilang ya, aku lelah menunggunya. Aku ada latihan futsal sebentar lagi. Dan... tolong bilang terima kasih padanya, puisinya indah dan lirik lagunya sangat romantis. Tapi... Aku sedang tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun. Oke? Namjoo, your my besties, I trust you! Bye!” Sehun menepuk bahu Namjoo dua kali, dan berlari meninggalkannya. Seketika, Namjoo terduduk, menangis.

Kau sudah menyampaikannya secara langsung, Sehun... batin Namjoo. Sepertinya, quote ‘Love ends before it starts’ sangat cocok untuk dirinya kali ini. Namjoo mengatai dirinya sendiri pengecut dan bodoh. Sekalinya secet admirer, akan selamanya secret admirer. Namjoo menghapus air matanya, bodoh. Tidak seharusnya aku melakukan ini. Padahal biar saja selamanya seperti ini. 

Selamanya mengirimi surat tanpa nama, selamanya sembunyi, selamanya hanya menatap punggungnya dari jauh. Mungkin itu akan lebih baik. Ya... lebih baik.


FIN


A/N: Uhuhuhu sedih ya jadi Namjoo :'( makanya jangan suka ama Sehun! hahahah yeap ini dia drabble EXOPink~ udah lama sih buatnya, cuma belum ku post aja~

do you like it? Please leave your comment below! thankyou ^^

Tuesday, February 18, 2014

[FF] Our Dreams!

Haloooo teman teman! Langsung aja nih ya, inget big project FF Our Dreams yang aku buat covernya? Yatta, finally FF itu selesai! *dancing* 

Udah lama sih, guys, hhe. Nah, aku mikirnya... karena FF itu terlalu panjang... so, aku bikin PDF-nya dan bisa dibaca dimana pun tanpa part alias langsung tamat! :)



Title:
Our Dream {우리의 꿈}

Author:
ShelaJunior

Main Cast:
EXO-K | Eunji | Namjoo | Bomi | Chorong | Luhan

Other Cast:
Chen | Xiumin | Lay | Kris | Tao | Hayeong

Supporting Cast:
Woohyun | Sunggyu | Naeun | Taemin | Key | Jonghyun | Lee Sooman

Special Appearance:
Girls Day’s Min-ah as Taemin little sister
and
Super Junior’s Lee Donghae as Lee Sooman’s son

Special Performance:
SE7EN | Lee Hi | Sistar | Teen Top

Length:
Chapter

Genre:
Drama | School-life | Friendship | Family | Romance | Hurt/comfort | Fluff

Rating:
T (Teen)

Language: Indonesian | English | Korean |


Disclaimer: I Don’t own anything except the plot.



Enjoy guys ;;)

Saturday, December 7, 2013

(my first) FanFiction Cover!

Hai! Sebenernya ini post ga penting, hehe. Jadi gini ceritanya. Sekarang aku lagi suka banget sama pairing EXOPINK alias EXO x A-Pink haha. Gatau kenapa ya... cocok aja gitu mereka (tapi cuma sebagian member yang aku pair).

Nah, udah seminggu ini aku buat FF tentang EXOPINK. Lebih perfer ke EXO-K nya sih. Judulnya, "Our Dreams". Nah, aku iseng bikin cover FF-nya kkk baru aja kemarin bikinnya dan yang pasti dengan kemampuan pas pasan.


Tadaaaah! hahah kayak poster film yak hehehe.

Tapi aku belum bisa nge publish FF nya kkkkkk~ pertama belum selesai, dan itu panjang banget *sekalian aja buat buku yak wkwkwk*

Doain ya biar si ceritanya cepet selesai! 

Sunday, August 4, 2013

[FF] How We Met (#16 - END)


How We Met - EXO-K Fantiction
Cast     : EXO-KIDS J
Genre  : Action / Friendship
Rate    : K ofcourse!
Chapter: 16 - end

#16 Fire and Water united – Chanyeol
Pemuda itu, Chanyeol. Ia bergegas masuk ke dalam rumah yang terbakar itu. Apinya sangat besar, tapi itu bukan masalah. Hanya saja, asap membuat matanya panas, dan begitu sulit mencari dimana letak anak dari ibu itu. Hingga, Chanyeol mendengar suara tangisan samar. Anak-anak itu di kamar! Dengan cepat, Chanyeol menggendong mereka, dan menembus api yang super panas itu. Jaket yang ia pakai sudah hampir terbakar.
Kraak... kraaak... kayu di rumah itu sudah rapuh terbakar api, Chanyeol harus cepat keluar. Dengan satu lompatan, Chanyeol keluar dari rumah itu. Sang ibu berteriak keras saat anaknya selamat.
“My baby!”
“Uhuk! Uhuk!” Chanyeol terbatuk. Suho dan Kyung Soo menghampirinya.
“Are you crazy! You could kill your self in there!” Suho membantu Chanyeol bangun.
“But I dont.”
BOOOOM! Terjadi ledakan besar. Api pun semakin besar.
“The fire is getting bigger, Suho... please.”
“Okay,” Suho menelan ludah. Ini akan terlihat aneh, pasti orang-orang akan mengiranya orang aneh. Tapi, saat itu juga, Chanyeol kembali berlari ke arah rumah itu.
“Hey!” Kyung Soo berteriak. Suho mendesah,
“Crazy man. Kyung Soo, stay here.” Suho pun menyusul Chanyeol.
Chanyeol menoleh kebelakang mendapati Suho yang berlari menyusulnya.
“Back off, man! It’s dangerous!” kata Chanyeol.
“and let you do this? What you gonna do, huh?”
Chanyeol menghela napas. Apa yang ia akan bilang? Ia akan menggunakan kekuatan spesialnya. Ya, kekuatan yang sedari dulu ia simpan. Dan ia akan mengatakannya pada orang di depannya ini? He’s gonna freak out when he knows! Chanyeol menyerah, melihat tatapan Suho yang terlihat bingung, marah, dan khawatir.
“Okay, okay, I have superpower. Aku akan menyerap apinya, that’s my specialist.”
Suho malah tersenyum. Chanyeol menatap Suho aneh.
“Y-you... dont freak out?”
“What for? Because, I got your back up.”
Suho pun mulai mengeluarkan air dari tangannya. Chanyeol melongo,
“You have superpower too!”
“Yeah, crazy man, so hurry up or this house blow!” Chanyeol mengangguk, ia pun menjulurkan tangannya, menyerap api ke dalam tangannya, magicly.
Dari kejauhan, Kyung Soo melihat api mulai mengecil, bahkan hanya tinggal asap-asap. Kyung Soo pun melihat pemadam kebakaran yang datang terlambat. Kyung Soo melirik Suho dan pemuda keluar diam-diam dari rumah. Sisa api, dibereskan oleh pemadam kebakaran.

#17 Last Member and we set – All
Suho dan Chanyeol tergesa-gesa keluar dari rumah yang terbakar itu, takut terlihat. Kyung Soo pun memanggil mereka untuk jauh dari keramaian.
“You guys are crazy. Suho, are you use my power?”
Suho mengangguk pelan. Wajahnya penuh dengan noda hitam, sama seperti Chanyeol.
“Yeah. But it cant be successful without his help.” Suho merangkul Chanyeol. Chanyeol tersenyum kecil.
“This-badass?”
“Hey! Dont call me that. I’m sorry okay, about teritory thing...” Chanyeol menepuk nepuk bahu Kyung Soo. Suho pun menjelaskan pada Kyung Soo bahwa  Chanyeol adalah orang terakhir, dan ia mempunyai kekuatan flame. Tak lama kemudian, dari jauh datang Kai, Sehun dan juga Baekhyun. Finally, they meet.
“Aku melihat asap mengepul, dan ternyata ada kebakaran. And... you all here.” Kata Sehun.
“Yeah, me too. Orang orang berlarian panik jadi aku kesini.” Baekhyun menambahkan.
“Yeah I’m—“ bipp bipp bipp! GPS di saku celana Kai berbunyi nyaring. Mereka semua bertatapan.
“He—he—he’s the last member!” kata Kai senang, menunjuk sosok asing Chanyeol, yang bersanding dengan Suho. Kyung Soo dan Suho tertawa.
“You do?” tanya Baekhyun dan Sehun menatap Chanyeol. Chanyeol mengedikkan bahu,
“Uhh... I dont understand what you guys are saying...”
“Dont worry, they our friends. They have superpowers too.” Kata Suho. Wajah Chanyeol langung cerah,
“Woah! I dont know! I tought that—“
“I was alone,” imbuh semuanya. Mereka pun tertawa bersamaan. Dengan singkat, Kai menjelaskan tentang keadaan. Tentang spark, GPS, XOXO, The Dark dan teman-temannya. Chanyeol mengangguk angguk saat diceritakan, dan ia nampak tertarik.
“Please please please, say yes.” Kata Kai, ia sudah lelah mencari mereka semua, yang ia inginkan sekarang hanya kata ‘Yes’ dari Chanyeol. Semua pun berharap begitu.
“Yes!”
“YAHOOOO!” Kai berteriak senang. Chanyeol pun menerima tepukan selamat datang dari para member yang lain.
“Welcome to the club, bro!”
“Yeah, we all set!”
“Let’s go home; XOXO basecamp.” Kata Kai.
Mereka pun melakukan huddle untuk melakukan teleportasi, tetapi Chanyeol menahannya,
“Wait, wait!”
“What’s wrong?” tanya mereka.
Chanyeol menghela napas, “Chanyeol, by the way.”
Mereka semua pun tergelak. They’re just to excited, sampai lupa bertanya siapa nama Chanyeol.

#18 We are one – EXO
“They set.” Mist menatap layar besar di depannya. Sosok 6 pemuda berkumpul. Spark membulatkan matanya.
“They set! Finally! Hubungi Kai, suruh ia kesini.” Perintah Spark. Mist mengangguk, dan menghubungi ke GPS Kai.
“Kai, you’re finished, rite?”
“Yes, Mist!”
“Then comeback,” kata Mist tersenyum.
“Aye, miss. We’re on the way.”
ZAAAP. Mereka ber-6 pun muncul di depan gerbang markas rahasia XOXO. Spark membukakan pintu untuk mereka. Saat masuk, semua terkagum-kagum kecuali Kai, he was here. Mereka pun ke ruang utama, dimana ada alat-alat canggih dan layar-layar besar. Mereka tersenyum melihat wajah-wajah mereka yang terpampang di layar besar itu.
“Welcome, everyone. I’m Spark, and this is Mist.” Spark memperkenalkan diri, begitu juga Mist. Mereka pun duduk di meja melingkar, mendengarkan lagi ceramah Mist yang tentu saja lebih detail dan jelas daripada penjelasan anak muda seperti Kai. Mereka semua tampak bersemangat.
“Any question?” tanya Mist.
Baekhyun mengangkat tangan, “How exactly, bulan purnama itu?”
Mist tersenyum kecil, “Toningt.”
Semua bertatapan. Spark mengalihkan.
“Aku tahu ini terlalu cepat buat kalian. Tetapi tenang, XOXO telah membuat alat-alat untuk menopang kekuatan kalian agar lebih besar, juga terkontrol.” Mist pun memencet tomol, dan di sebrang ruangan, dinding yang polos itu beputar dan menunjukkan tabung-tabung yang berisi kostum mereka berenam, beserta senjata penopang. Semua terlihat melongo.
“Cool!”
“Yeah, ini di desain sangat anak muda, dan tidak terlihat old-fashion seperti para superhero, kan?” Spark ingin tertawa melihat 6 anak muda itu. Mereka seperti anak kecil.
“And, kau tahu, kalian mempunyai lambang sendiri, sesuai kekuatan kalian masing-masing.”
Mist menatap mereka berenam, “And... your team named...”
Semua kini menatap Mist tegang, semoga nama tim mereka tidak norak atau semacamnya.
“...EXO.”
Mereka bertatapan, dan saling tersenyum. Mereka pun melakukan huddle, berdebat sedikit, dan mengumpulkan tangan mereka,
“We are one! Lets defeat The Dark! ASSSA!” teriak mereka berenam. Mist dan Spark tersenyum melihat mereka berenam, kekhawatiran mereka akan The Dark semakin berkurang. Ini bukan akhir cerita, tetapi ini awal bagi mereka, EXO.
FIN
AAAAAAAAAAAAAA!!! Selesai juga dooooong xD hyahahahahah I’m so glad I finished this story... untungnya, tidak ada problem dalam menyelesaikan cerita ini... (actually, sangat stuck di bagian Baekhyun, dan Chanyeol...) tapi akhirnya ke-solve juga. Hmmm, seperti yang dikatakan tadi, ini baru permulaan loh J cerita ini baru menceritakan gimana mereka bertemu.
Oke, here’s the fun fact of this story:
  • First, bayangkan mereka dengan kostum history/mama era yaaa J dan memang benar, itulah kostum mereka.
  • XOXO organitation terispirasi dari album mereka yang XOXO J
  •  Umur mereka sekitaran 16-18 tahun ya! Tebak siapa yang 16 dan siapa yang 18 tahun J
  • Rata-rata, disini mereka adalah orang yang terkasihani di bidang keluarga, hehe. Diantara mereka tidak ada yang punya orang tua lengkap, atau malah sudah tidak punya orang tua. Kecuali Baekhyun, yang terpisah dengan orang tuanya (dan gak tau masih idup apa engga) hehe.
  •  Di cerita ini, each member have different hometown. Daaan, ini bukan di Korea atau di negara manapun, I cant decided J
  • Spark and Mist Cuma karakter tambahan, they not kpop stars or actor or whatever. Hmmm, kata kalian Mist sama Spark itu baik apa enggak hayo?
  • Luhan jadi cameoooo! xD I told you, ini sebenarnya EXO keseluruhan, tapi aku ambil side EXO-K (atau exo-kids) nya dulu. Luhan muncul dengan kekuatan telepatinya (bocor deeh) haha
  • Cerita ini aku buat sangat singkat, gak bertele-tele. Dan cerita ini selesai sekitar 3-4 hari lah. Jadi maaf kalau amburadul dan lot of typos!
  • Akhir-akhir ini, aku selalu membuat FF dengan dua bahasa (atau tiga? Hehe). Gara-gara sering baca FF berbahasa inggris, hehe. Beside, I want to improve my english J and I know, my english is badddd grammar amburadul hehe J
  • Karakter yang sangat aku sukai adalah Suho dan Sehun tentu saja hahaha. But, I like Kai in here, makanya aku munculkan ia pertama kali.
  • Part bagian Baekhyun adalah hal yang paling memusingkan. Berkali-kali aku ganti cerita, dan akhirnya fix seperti ini. Cute face like Baekhyun aku rusak dulu, dia aku buat menjadi sangar (?)
  • Karena ini bergenre action dan fantasi, aku agak kesulitan di mendeskripsikan tempat dan alat-alat. Kelemahanku emang dibagian deskripsi, dan pengolahan kata. Maaaf T-T
  • -          Sekali lagi, cerita ini berhubungan dengan FF-ku yang sebelumnya... Kalau aku sempat, aku akan buat yang EXO-M.
  • Terakhir, FF ini diakhiri dengan blabbering author yang sangat panjang xD 
Thankyou dan maaf yang sebesar-besarnya *bow*
Question:
  •  Malam ini The Dark akan muncul! Dapatkah mereka mengalahkan The Dark?
  • Apakah mereka akan mengalahkannya ber-12?
  • Apakah EXO-men akan muncul? J


[FF] How We Met (#11 - #15)


How We Met - EXO-K Fantiction
Cast     : EXO-KIDS J
Genre  : Action / Friendship
Rate    : K ofcourse!
Chapter: 11 - 15

#11 I hate bad guys! – D.O. (Kyung Soo)
Kyung Soo membereskan barang-barangnya dari meja dan menutup tasnya rapi. Ia sedikit mebenarkan kacamatanya, dan melangkah keluar kelas. Selama ia lewat, tidak sedikit yang menggodanya. Seperti “Where are you goin, freak?” atau “L is for You, LOZERRR”. Kyung Soo tidak begitu mendengarkannya. Ia sudah cukup sabar untuk itu. Tarik nafas, dan simpan amarahmu, Kyung Soo, like what mom said.
Hari ini sekolah pulang cepat sekali, katanya, guru ada rapat mendadak. Kyung Soo yang tidak begitu betah di sekolah umum, ingin cepat-cepat pulang. Saat sudah keluar dari zona sekolah, Kyung Soo bernapas lega. Setidaknya, di jalanan biasa tidak ada yang membuatnya marah.
Langkah Kyung Soo berhenti setelah melihat keributan dari arah pasar. Mata Kyung Soo menyipit, dan melihat seorang laki-laki berjenggot lari sekuat tenaga membawa sesuatu di tangannya, dan seseorang di belakangnya berteriak, “My WALLET!!!”
Laki-laki berjenggot itu pencuri! Sekitar 3 orang pemuda mengejarnya. Kyung Soo meremas tali ransel sekolahnya erat, amarahnya keluar. Uuuuuh! I hate bad guys! Why they just came up these days? Kyung Soo pun berlari sekuat tenanga, ikut mengejar pencuri itu.
“HEEEY Stop right now you stupid badass!” teriak salah satu pemuda dengan poni yang hampir menutupi matanya.
“YEAH! Stop! HEY!” kali ini dengan pemuda dengan kulit super putih.
Pecuri itu sedikit panik, dan memilih gang untuk menjadi pelariannya. Hanya saja, di ujung gang sudah ada satu laki-laki dengan seragam sekolah, dan kacamata tebal yang ia pakai. Pencuri, dan kedua orang yang mengejarnya sama-sama berhenti.
“Stop right there, thief.” Katanya, dingin.
Sang pencuri membuang ludahnya, meremehkan.
“You little kid want to fight me?!”
2 orang di belakangnya juga menyahut,
“Yeah, kid, get away.”
“I know you want beat him but, let us beat him”
Kyung Soo tersenyum licik, “I count to three. One...” 2 orang di belakang pencuri itu saling menatap, dan mengambil ancang-ancang menyingkir dari sana. Tatapan laki-laki itu benar-benar serius. Si pencuri malah tambah senang, dan mendekati laki-laki itu.
“Two...”
“YEAH! FIGHT ME, BOY!”
“I warning you...”
“I dont afraid of you!”
“...three.”
KABOOOOM! Hanya dengan satu hentakkan kaki laki-laki itu, muncul bebatuan dari bawah sang pencuri, dan membuatnya terpental, dan Brukh! Terjatuh tepat di depan 2 pemuda itu.
“THAT. WAS. AWESOME.”

#12 Strong boy, I dont wanna make him angry – Sehun; Suho
Sehun kagum melihat sosok Kyung Soo. Suho juga begitu. Kyung Soo menghampiri mereka, mengambil dompet hitam yang kini tergeletak di kaki kiri sang pencuri.
“I think is yours?”
Sehun mengedip sebentar, “Uh... yeah...”
“I guess I done here.” Kyung Soo tersenyum kecil, dan melangkah meninggalkan mereka. Dari jauh, Kai datang sambil berlari. Wajahnya nampak kelelahan,
“Kalian larinya cepat banget, sih! Aku jadi ketinggalan...” kata Kai.
“Eung... Kai... your GPS...” Suho menunjuk pada suara Bip bip bip di saku celana Kai. Kai meraihya, dan GPS itu berbunyi nyaring tepat di depan Kyung Soo. Kyung Soo yang menatap mereka bertiga,
“Eh, something wrong? Please, dont call me a weirdo...”
Kai menatap GPS, Kyung Soo, Sehun dan Suho bergantian.
“Did I miss somethin?”
Setelah berbagai penjelasan, semua pun sudah jelas. Mereka menemukan orang ke empat, yaitu Kyung Soo, earth controller. Kini mereka ada di dalam perjalanan menuju rumah Kyung Soo, sambil bercerita tentang the dark dan XOXO. Rumah Kyung Soo tidak terlalu besar, bisa dibilang kecil malah.
“I’m sorry, our house kinda small... Aku anak satu-satunya.” Kyung Soo membuka pintu rumahnya. Rumahnya sungguh sungguh rapi, banyak guci-guci koleksi ibunya. Dan beberapa trophy kemenangan Kyung Soo dibidang sains, juga menyanyi.
“Bro, you sing!” Kai terlihat takjub. Kyung Soo tertawa pelan,
“Sedikit...”
Suho, Kai dan Sehun duduk di ruang TV saat Kyung Soo menyiapkan minuman untuk mereka.
“Ini, diminum. Kalian pasti lelah mengejar pencuri itu.”
“Ya, Sangat” kata Suho dan Sehun bersamaan. Kai meneguknya cepat,
“Tadi aku menerima telepati.”
Mereka semua menatap Kai,
“Ya. Telepati. Yang melakukan seseorang bernama Luhan, dia teman Spark. Ia memberi tahuku bahwa waktu kita tidak banyak. Daaaan... Luhan memberi tahuku tentang riwayatmu, Kyung Soo.”
Kyung Soo tersenyum kecut, “Jadi kau tahu aku hanya bisa mengeluarkan kekuatanku saat aku marah?”
“Yep. Definetely. Sepertinya kita harus sering sering membuatmu marah.” Kai menaruh gelasnya, dan menatap Suho dan Sehun, “Psssst, Luhan memberitahuku apa saja yang bisa memicu kemarahannya.”
Suho kini menatap Kyung Soo, “Jadi, Kyung Soo, apa kau ikut?”
“Resikonya... kau harus meninggalkan keluargamu sementara waktu. Jika kau merindukannya... Kai bisa jadi jasa pengantar.”
“HEY!”
“Hahaha, maksudku...kau anak satu satunya...kan. tapi kami juga XOXO membutuhkanmu jadi...”
“Aku ikut.” Kyung Soo menjawab mantap.
Sehun dan Kai berbinar, “Benarkah?”
“Ya. Finally, I find one of my kind...” Sehun kenal kata-kata itu. Suho tersenyum, dan menepuk bahu Kyung Soo,
“Good choice! How bout your parents?”
Kyung Soo mengibaskan tangannya, “I’ll take care of that. So, Luhan said we dont have much time, rite? Lets get the boys!” Kyung Soo berdiri semangat. Sehun, Kai dan Suho ikut berdiri dan berteriak,
“AIYAAAAH! GO FIGHT WIN!”
“Lets fly!” Sehun tersenyum.
“NO!” Suho dan Kai langsung menolak. Sehun menatap Kyung Soo,
“Kyung Soo-ya~ are you wanna fly?”
Kyung Soo menaikkan satu alisnya, “Euh... I’d love to.”
“No, I hate to say this, but this time I rather use Kai’s teleportation.” Suho melipat tangannya. Fly experience membuatnya sedikit trauma. Begitu juga Kai.
“ASSSA~ lets go! Everybody, hold hands..” komando Kai. Menurut GPS, mereka harus ke selatan. ZAAAP! Dalam satu kedipan mata, mereka sudah sampai di daerah perumahan elit. Mereka semua terpana.

#13 Flash Boy – Kyung Soo; Sehun; Suho; Kai
Mereka sudah sampai di sebuah kota yang cukup ramai, rata-rata, disini orang berjualan barang elektronik dan juga senjata. Kai menatap GPS-nya, dan melihat bahwa orang kelima ini tidak jauh tempatnya. Kai bernapas lega. GPS ini benar-benar akurat!
“Guys... dia mudah sekali dicari. Dia ada di... bar itu.” Tunjuk Kai. Mereka semua saling menatap. Bagaimana sosok orang kali ini. Mereka pun masuk perlahan, dan sepertinya Bar itu sedang mengadakan acara.
Semua orang berkerumun pada satu tempat, meneriaki dua nama orang. Satu meneriaki nama ‘BACON’ dan satu lagi meneriaki nama ‘BANG’. Kai menyusup masuk, dan ternyata benar apa dugaannya, terjadi perkelahian.
Kai!
Kai terkaget saat muncul telepati dari Luhan.
Kau sekarang dimana, Kai?
Euh, sebuah bar... dan disini ribut sekali. GPS menunjukkan diantara dua orang yang sedang berkelahi, salah satunya adalah orang kelima.
Memang benar, Kai. Namanya Baekhyun.
Bacon?
Yah, Bacon. Itu orang orang memanggilnya.
Errr... yang berbadan besar?
Yang kecil. Cepat keluarkan dia dari sana, Kai!
Euh, oke, oke! Sedang kucoba.
Good luck.
Luhan memutuskan telepatinya. Kai menyipit. Bacon? Yang berbadan kurus itu melawan ‘BANG’ yang bertubuh besar? Tidak mungkin!
Kai memperhatikan cara berkelahi Baekhyun. Ia terus menghindar, menghindar, entah apa yang ia lakukan, tiap ia mengibaskan tangannya, lawan mainnya akan berteriak dan menutup mata dan BAAM! Disitulah Baekhyun mengalahkannya. Dan Bravo, Bacon menang.
“YEAAAH!” teriak Bacon senang. Sebagai imbalan menang, ia mendapat porsi besar ayam panggang di meja besar, sendirian. Kai mengisyaratkan pada yang lain bahwa dialah orangnya. Kai kini duduk di depan Baekhyun yang sedang sibuk makan.
“Euh, halo, Bacon...”
“Ouh, god, please. Panggil saja Baekhyun. Ada apa?”
Kai menghela napas, “Well... aku kagum padamu... You can beat Bang! You know, kau bertubuh kecil dan...”
“HAHAAHA!” Baekhyun tertawa, “It’s not a big deal.”
“But you’re cheating,” Kyung Soo datang menghampiri mereka berdua. Baekhyun menatap Kyung Soo aneh,
“Excusme?”
“Use super power when fight normal people?”
Trak! Baekhyun menjatuhkan sendoknya, dan menarik kerah Kyung Soo, Kai panik.
“Listen boy, you dont know much about me and what are you talking about—super power?” desis Baekhyun pada Kyung Soo. Kyung Soo hanya tersenyum licik. Kai menghela napas,
“Lepaskan dia, Baekhyun. And yes we do, we know about you. Release him or I announce here about your super power?” Baekhyun menatap Kai, dan menggretakkan giginya.
“Fine!” Baekhyun melepas cengkramannya. Sehun dan Suho menghampiri Kyung Soo dan menanyakan keadaannya. Baekhyun kembali duduk di kursinya, dan seketika nafsu makannya hilang.
“Look what you’ve done. I lost my appetite.”
“Then come with us. We will give back your appetite.”

#14 Another super powers user – Baekhyun
Baekhyun mengajak mereka ke ruamhnya yang tidak jauh dari bar tersebut. Baekhyun tinggal di sebuah rumah tua, milik pamannya. Orang tua Baekhyun merantau untuk mencari uang. Kali ini, pamannya sedang keluar untuk bekerja.
“Pamanku seorang penambang emas.” Kata Baekhyun saat membuka rumahnya, terdapat banyak kapak, untuk menambang. Mereka semua tidak heran. Kota ini memang terkenal dengan tambang emasnya (kata Suho).
Mereka duduk di sofa kulit yang nyaman, dan Baekhyun memberi tahunya itu asli dari beruang. Baekhyun kini duduk dengan mengangkat satu kakinya,
“Soooooo what do you know about my power?” Baekhyun mengarahkan pandangannya ke Kyung Soo.
“Light. Saat kau mengibaskan tanganmu, kau mengeluarkan cahaya, membuat orang lain silau, dan saat itulah kau menjatuhkan lawanmu.”
Baekhyun tertawa, “HAHAHAHA! Wow! Cool, kau orang pertama yang menyadarinya!”
“So, exactly whats your power?” tanya Sehun, masih kurang mengerti.
“Flash light come from my hands, I can melt anything with laser from my eyes, really like Superman, huh? And then, I can see in the dark, and melihat tembus pandang.”
“COOOOOL!” teriak Kai juga Sehun.
“Yeah I know, thankyou.”
Suho mengendus, “So, are you in?”
Baekhyun menatap mereka berempat. Mereka berempat adalah ‘kind’ yang sama dengannya. Dan ini mirip dengan film superhero!
“Yeah, ofcourse! Fight crimes, the dark whatev, its kinda cool, man.”
“I know!” Sehun dan Kai lagi-lagi bicara bersamaan. Kyung Soo menghela napas, mereka berdua terlalu exicited dengan hal apapun. Baekhyun? Ia kadang terlalu show off, hanya Suho hyung yang bijak, pikir Kyungsoo.
“Sooo... i’m the fifth?” tanya Baekhyun.
“Yeah, there’s one guys to go...”
“Lets do that tomorrow. I’m little tired...” Baekhyun pun mengajak mereka semua tidur di rumahnya. Saat paman Baekhyun pulang, mereka kebanjiran makanan. Perut mereka pun kenyang dan tertidur pulas sampai siang...

#15 Fire man? – Baekhyun; Kyung Soo; Sehun; Suho; Kai
Mereka semua bangun kesiangan. Dan mereka semua mengutuk makanan tadi malam yang membuat mereka super kenyang, dan membuat mereka super ngantuk dan tidur pun menjadi super nyenyak. Bagi Baekhyun, itulah letak kesenangannya.
“Spark would kill me!” kata Kai setelah membasuh wajahnya dengan air.
“We must hurry, then.” Kata Kyung Soo. Kai mengangguk.
“I’m sorry but this time, time travelling is important.” Kai mengatakan pada ke-4 temannya. Baekhyun bingung,
“Time travelling?”
“Its called teleportation, Baek.” Kata Sehun.
“Oh.”
“Huddle, guys!” perintah Kai. Dan ZAAAAP! Kali ini mereka melompat ke Barat. Dan kali ini, berbeda dengan kota yang lain, ini kota paling elit yang mereka singgahi.
“Metropolitan,” kata Suho. Mall, kelab-kelab, dan gedung-gedung pencakar langit mendominasi kota ini. Mobil dan motor memadati jalan raya. Kai mengecek GPS. Orang terakhir ada di kota ini, tetapi orang itu berpindah pindah.
“Guys, split up.” Perintah Kai, “Kita bertemu lagi disini.”
“Oke.” Semua pun berpencar mencari sosok orang terakhir ini. Kata Kai, orang ini cukup mencolok. Ia berpostur badan tinggi, dan suka bermain skateboard. Sehun mengeluh, mudah dari mana! Hampir setengah populasi remaja kota ini bermain skateboard!
Kyung Soo menyusuri rumah-rumah di sekitaran kota itu. Perumahan disini berdempetan, bahkan tidak ada jarak antar rumah. Kyung Soo melihat anak-anak muda yang sedang bermain-main disana, nongkrong, beberapa menyetel keras-keras lagu rock yang memekakkan telinga, dan beberapa memegang beberapa kaleng minuman, sambil tertawa keras. Mata Kyung Soo menyipit, mungkinkah orang terakhir ada diantara mereka? Sial, andai Kyung Soo mempunyai GPS yang Kai punya.
Kyung Soo merasakan kehadiran Suho di sebelahnya, dan mereka saling menatap.
“Mungkinkah?”
“Yo!” salah satu dari mereka muncul, menghadap mereka. Beberapa temannya tertawa di belakang orang itu.
“Euh, ya?” kata Suho dan Kyung Soo.
“Kau memasuki teritori kami. Apa kau tidak melihat garis merah disitu?”
Kyung Soo menatap jalan yang mereka pijak. Terdapat garis merah panjang horizontal yang digores oleh cat tembok, dan mereka membelakanginya. Yep. Their pass their teritory.
“So?” Kyung Soo menaikkan sebelah alisnya.
“So? It’s war, dude! You’re not one of us!”
“Your teritory, huh? Did you bulid this road?” Kyung Soo menatap sosok itu marah. Sosok itu tertawa keras, lalu menarik kerah Kyung Soo.
“No, but my great great great ancester made this road.”
Suho panik, “Okay, okay. Dude, release him!”
“I dont want to.”
“Seriously, dude, you dont wanna see him angry.” Suho melepas cengkraman tangan pemuda itu dari Kyung Soo. Kyung Soo mendesis, membenarkan kerahnya (yang sudah 2 kali kena serang). Perhatian mereka pun tersita saat mendengar suara ibu paruh baya yang berteriak. Suho, Kyung Soo dan pemuda itu berlalri ke TKP. Terjadi kebakaran besar!
“Holy shit!” Suho menatap kebakaran besar itu. Tangannya mulai basah, rasanya ingin menyiram api itu dengan air! Tapi itu sangat besar! Dan banyak orang di TKP, tidak mungkin ia menggunakan kekuatannya di tempat umum, kan? Keadaan bertambah parah saat ibu itu berteriak bahwa kedua anaknya yang masih balita terjebak di dalam rumah.
“Suho hyung, do something!”
“I cant! There’s to many people.”
“Lame!” pemuda itu mendesah, dan berlari ke dalam rumah itu.
“Shit! Dude, no!” Kyung Soo mau menahan pemuda itu, tetapi ia terlalu cepat. Banyak yang berteriak melarang pada pemuda itu, tetapi pemuda itu seakan tidak peduli.

Bersambung. Next post will be the last ;)