Sunday, August 4, 2013

10 Days in Korea: Jeonju


Bye-bye Seoul, Hello Jeonju
Setelah banyak merasakan penderitaan di Kota Metropolitan, Seoul, akhirnya langsung ke tujuan berikutnya: Jeonju. Kita ke Jeonju naik bis antar-kota. Dan tahu kah kamu kalau di korea, stasiun bis aja bentuknya udah kayak bandara (jangan bandingkan dengan indo, ya).
Perjalanan cukup panjang. Sekitar 2 jam mungkin? (lupa). Dan... tentu saja kita menghabiskan waktu perjalanan dengan tidur. Tapi, waktu aku bangun di tengah-tengah, melihat keluar... pemandangannya cukup bagus!
Sampe akhirnya, kita sampai di Jeonju. Kotanya... kecil, sepi. Sebenarnya aku kurang tertarik dengan Jeonju karena ini kota kecil (dan aku gak begitu tahu tentang kota ini). Setelah menunggu lama teman Saem, akhirnya teman Saem datang juga.
Ya ampun, itu Pak Kim! FYI, anak XDAY bahasa korea pernah skype-an dengan Pak Kim. Dan aku kaget ternyata Pak Kim itu tinggi banget!
Pak Kim datang dengan 2 temannya. Masing masing membawa mobil. Mereka dengan senang hati membawakan barang-barang kita yang segambreng. Nah, mulai deh sisi tegangnya. Aku dan sebagian teman-teman disuruh masuk ke dalam mobil untuk menuju sekolah mereka, Sinheung High School. Dan kebetulan, aku dapat di mobilnya Pak Jang.
Mulai lagi udiknya keluar. Di mobilnya, ada GPS! (dan semua mobil di korea ada GPS). Dan GPSnya benar-benar keren! GPSnya benar-benar bekerja dengan baik... hahaha.
Oke, setelah kagum dengan GPS itu... akhirnya mobilnya berangkat. Terjadilah percakapan Awkward kita dengan Pak Jang. Syukurlah, Pak Jang bisa bahasa Inggris, jadi tidak kesulitan berbahasa.

Sinheung High School, Paradise?
Untuk kalian ketahui... SMA Shinheung itu Boys School! Kyaaaa! Tentu saja ini adalah pemandangan bagus untuk cewek cewek^^.
Dan untuk kalian ketahui... Sekolah ini gede banget! Sekolahku aja gak dapet ¼ dari sekolah ini! Waktu masuk, aku terkagum-kagum. Pak Jang pun bilang, “Welcome to Our School”. Yeah, and Your School is (super) Big, Sir. Di Bandung gak ada yang segede ini.
Mobil berhenti di sebuah gedung (sekolah ini ada beberapa bangunan). Dan keliahatannya, itu perpustakaan. Ya, itu perpustakaan!
Kita ditempatkan di perpustakaan, sambil menunggu teman-teman yang lain. Kita juga disuguhi teh, lho! Baunya seperti kacang. Memang benar, di Korea itu tehnya terbuat dari kacang-kacangan dan rempah rempah... dan terjadi lagi awkward conversation dengan Pak Jang juga temannya, seorang guru bahasa mandarin (Pak Jang juga ngajar bahasa mandarin!)
Setelah semuanya kumpul, kita beres-beresin barang kita. Sayang, kita belum bisa bertatap muka dengan murid murid ShinHeung. Jadi... jadwal sekarang adalah; MAKAN!

Dibayarin, Tapi harus Habis
The best part of this trip adalah-à Makan Gratis!! (selama di Jeonju dan Busan). Selama 2 Hari di Jeonju makan 3 kali sehari benar-benar di tanggung. Seperti kali ini, saat kita baru sampai di Jeonju.
Hari itu kita dibawa ke restoran Veteran Jeonju. Pssst, restoran ini pernah jadi tempat syuting salah satu Variety Show terkenal, Running Man. Lucu, ya. Restoran itu memasang Banner yang berisi kalau tempat ini pernah jadi tempat syuting. Yah, restoran ini memang laku sih huehe.
Mereka menyajikan kita dengan Jeonju Bibimbap! Katanya sih, Jeonju Bibimbap itu yang paling enak, terutama di restoran ini. You know bibimbap? Nasi campur korea. Jadi gini, nanti kamu bakal dikasih hot plate (hot bowl harusnya hahaha) yang berisi nasi, telor setengah mateng, dan sayur mayor (yang aku gak tau namanya). Cara makannya, itu semua dicampur adukin. Namanya juga nasi campur! Hehehe.
Sebelum makan, menu wajib orang korea adalah Kimchi. Ewwwh, buat aku yang udah pernah nyobain Kimchi sebelumnya, aku udah rada malas makan kimchi. Tapi, orang korea suka banget Kimchi! Dan mereka yang bayar! Jadi kita harus ‘pretend’ untuk suka Kimchi juga.
Dalam meja panjang itu, ada banyaaaak banget jenis kimchi (aku simpulin sih, segala macem sayur sama tumbuhan dibuat jadi kimchi kayaknya-_-). Dan... yah, harus cobain satu satu. Ada yang enaaak banget, ada yang enak, ada yang biasa aja, ada yang huwek, dan berbagai macam rasa lainnya^^.
Nah, setelah bibimbapnya dateng, kita semua harus bilang, “Jal mogesseumnida!” artinya ‘Selamat makan!’. Hm, saking seringnya ngomong ‘Jal mogesseumnida’ sebelum makan, jadi suka lupa sama baca doa (ampun Ya Allah...).
Oke, aku mulai ‘mengacak adut’kan sayur mayur beserta nasinya dan hap! Aku makan. Aku udah pernah nyobain Bibimbap sih, tapi gak porsi Jumbo kayak gini! FYI: Porsi orang korea emang Jumbo! Piring/mangkok mereka gede-gede, gak kaya di Indo. Dan itu porsi normal mereka! Sumpah, itu banyak banget, dipertengahan menuju akhir udah mulai ngerasa penuh dan mual. Tapi, KARENA ini DIBAYARIN, jadi harus habis! Demi menghormati mereka, aku menghabiskan porsi Jumbo Bibimbap ini sambil tersenyum.
Perut rasanya mau meledak. Dan ini akan berlanjut untuk 1 hari kedepan.

Menemui Para Host
Seperti yang kita ketahui, karena dalam rangka menghemat, kita gak pake hostel/hotel untuk tempat tinggal. Kita tinggal di rumah murid SMA ShinHeung! xD dari ber-12, kita dibagi 2 orang dua orang untuk tinggal bersama 1 murid. FYI: sekali lagi, ini boys school! Haha, sepanjang perjalanan waktu mau ke sekolah, kita kita (para cewek) mengharapkan “Semoga dapet host yang ganteng!”.
Aku kebagian partner bersama Anggit. Orang lain pada protes aku dipasangkan oleh Anggit. Katanya sih, ‘Anggit udah jago inggris, ka Shela udah jago korea masa disatuin?’. Fufu, sebenernya aku gak jago korea, minim malah. Tapi aku beruntung ada Anggit yang bahasa inggrisnya lancar kayak jalan tol J
Oke, saatnya menemui para Host!
Di depan perpustakaan sudah berkumpul beberapa cowok. Aku yakin itu para host. Mereka sedang bicara dengan Pak Kim. Pak Kim pun membagi hostnya. Dan aku, kebagian bersama Cheon Yu Bin (천유빈 ). Cheon Yu Bin berisi, putih, sipit, dan memakai kacamata. Berita buruknya: Dia gak bisa bahasa inggris. O-ow ini gawat! Apa kita harus pakai bahasa isyarat buat komunikasi. Ketegangan pun terjadi.
Hari sudah gelap, kami, Yu Bin dan teman Yu Bin (entah kenapa dia ikut) diantar oleh guru bahasa inggris SMA ini. Sepanjang perjalanan, kami hanya mengobrol dengan sang guru bahasa inggris. Si guru bahasa inggris ini menyuruh Yu Bin untuk meng-improove inggrisnya. Dan... lucunya, Yu Bin sangat berusaha keras menggunakan bahasa inggris. Dan ternyata, temannya ini menemaninya untuk menghadapi kami (haha). Temannya, Tae Yeong, cukup bagus bahasa inggrisnya. Pssst, dan Tae Yeong ini tampan!
Mobil pun memasuki sebuah kawasan apartemen. Olala, ternyata Yu Bin ini tinggalnya di Apartemen! Hihi, senang juga. Bagaimana sih apartemen itu? *udiknya keluar*
Selama menuju apartemennya dengan berjalan kaki, Yu Bin bertanya. Tentang berapa umurku, berapa bersaudara, pekerjaan orang tua, dan semacamnya. Hm, untuk orang yang baru kenal, pertanyaan itu aneh ya? (kalau di Indonesia).
Akhirnya kita sudah sampai di Apartemennya. Aku tidak ingat apartemen yubin ada di lantai berapa. Rumahnya sepi sekali. Tidak ada orang. Dia bilang ayahnya belum pulang dari pekerjaannya, dan adiknya masih sekolah. MASIH SEKOLAH? Oh my, it’s almost 9pm! Dan mereka masih sekolah. Aku hanya bisa menelan ludah.
Kami pun menaruh barang kami di kamar adik perempuannya. Kami pun stuck di ruang TV, aku, anggit, Yu Bin dan Tae Yeong. Kami bingung dengan bagaimana kita berkomunikasi. Yu Bin banyak berpikir (aku yakin ia banyak pertanyaan tapi bagaimana cara mengungkapkannya dengan bahasa inggris.)
Sedikit demi sedikit kami saling bertanya dan pembicaraan pun semakin seru. Lucunya, saking bingungnya berbicara bahasa inggris, kami menggunakan Google Translate untuk ngobrol hahaha~
Karena Yu Bin menyalakan computer (dan internetnya super cepat itu) untuk google translate, ia pun googling tentang Indonesia (berapa jumlah penduduk, luasnya dan sebagainya). Mereka kaget melihat pulau Indonesia. “Whoa! Besar sekali! Lihat, Korea sangat kecil” Yu Bin menunjukkan peta Korea. Kami berdua hanya tertawa.
Mereka itu banyak bertanya. “Kenapa kalian pakai jilbab?”, “Apa pandangan kalian tentang agama lain?”. Kadang, pertanyaannya itu memang yang cukup sulit dijelaskan. Again, aku menyimpulkan orang korea itu kritis.

Seputar Pendidikan di Korea
Karena sesama murid SMA, pembicaraan kita gak akan jauh-jauh dari pendidikan. Mereka Tanya kapan kita masuk dan pulang sekolah. Di sekolah ku, masuk jam 7.20 dan pulang jam 4 sore. Seketika mereka kaget dan reflek mengatakan “Whoa, Heaven! Disini, kita masuk jam 8 dan pulang jam 8 lagi.” Sekarang kita yang kaget. Mereka aja kaget, waktu kita bilang jam 10 malem kita udah tidur. Bagi mereka, jam 10 malam itu masih siang banget. Yah, paling telat mereka tidur jam 1 (FYI: orang korea baru bangun itu jam 7 pagi!).
Mereka juga bilang, orang korea itu benci bahasa inggris (Yu Bin kali ya, haha) wajar, banyak orang korea yang gak bisa bahasa inggris. Katanya, mereka memang susah menyerap pelajaran bahasa inggris.
Waktu itu, kita juga sempet berbincang tentang kuliah. Yu bin waktu itu Tanya, “kalian mau kuliah dimana??”. Yaa.. kita bilang aja ke PTN favorit. Yu Bin bilang, universitas no.1 di Korea adalah Seoul university. Cuma orang orang pinter (banget) aja yang bisa masuk. Terus, Yu Bin juga bilang, Cuma beberapa persen dari murid sekolah yang bakal melanjutkan ke kuliah. Soalnya, masuk kuliah itu susah. Harus belajar dengan keras. Katanya, demi masuk universitas, banyak yang belajar terus-menerus, sampe mimisan dan pingsan.
Kalau melihat pendidikan di Korea, emang mengerikan sih. Waktu belajar mereka aja banyak banget. Oh iya, di Jeonju itu sekolah Umum (Campur) Cuma ada 3 lho! Sisanya 10 sekolah laki-laki, dan 10 sekolah perempuan. Kenapa di pisah? Katanya biar fokus belajar, gak ada acara “pacaran” atau “naksir” hahaha.
Aku jadi ragu untuk kuliah di Negara gingseng ini. Kayaknya bakal di geder jadi orang pinter, hehehe.

Lagi lagi di Bayarin.
Setelah ngobrol panjang dengan Yu Bin dan Tae Yeong, akhirnya adik Yu Bin datang. Ih, adiknya tuh lucu banget^^ umurnya 17 tahun. Akhirnya, kita berlima ngobrol seru (itu udah jam 11 malem, tapi mereka masih semangat aja. Aku sih udah ngantuk-ngantuk). Sampe akhirnya, adiknya Yu Bin nawarin, “kalian mau makan nggak? Ayo kita beli makanan!” sebenarnya, waktu itu kita udah makan malem, tapi gaenak sama Yu Bin dan adiknya. Akhirnya kita beli makanan di minimarket di deket apartemen.
Adenya Yu Bin bilang, “Kalian pilih aja apa yang kalian suka!”. Asli, bingung. Banyak snack-snack disana, tapi kita juga ragu dengan ke-halal-an nya. Akhirnya, kita bilang aja, “Terserah kalian aja deh.” Terus, mereka beli banyak gitu (ckck), dan kita ditawarin sebuah minuman.
“Ini Jus Nasi.” HAH? JUS NASI? Dan itu beneran!!
“Ini minuman tradisional korea.” Akhirnya kita mengiyakan. Yah, penasaran juga, gimana rasanya jus nasi itu. Mereka juga beliin kita es krim hihi. Dan, tidak keluar uang sepeserpun.
Nyampe apartemen, kita makan – makan. Aku, Anggit, Yu Bin, Tae Yeong, adik Yu Bin dan temennya adik Yu Bin (ckck mulai rame ya?) dan gak lama kemudian ayah mereka dateng bawa Kimbap dan Tteokpokki. Uh, makin penuh deh. Tapi sayang, Kimbapnya pake daging babi. Ayahnya lupa, kalau kita gak bisa makan daging babi. Gak papa deh. Udah disuruh minum Jus nasi (ternyata isinya nasi dan air gula. Enak sih, tapi kalo banyak2 enek), kita ditawarin minum Jus Anggur gitu. Di korea emang makmur deh! Tapi, porsi makanan Indonesia emang kecil, ya... jadi gampang kenyang.

Tragedi WC otomatis
Sudah mulai larut, kita udah gak kuat pengen tidur. Akhirnya, kita izin tidur saat itu (mereka belum waktunya tidur, ya ampun ckck). Pas kita tahu kita bakal tidur di kamar adiknya Yubin, ayahnya bilang, kalau kita tidur di kamar ayahnya aja. Waw! Baik banget ayahnya :’)
Kamar ayahnya luas. Kasurnya empuk, dan ada closetnya. Jadi, ada ruangan dimana itu ada lemari dan kamar mandi. Disini ke-udik-an saya terjadi lagi. Karena capek, dan belum sempat mandi, akhirnya kita mandi. Uh, waktu itu aku udah gak kuat pengen boker. Kalian tahu kan semua WC di korea itu dry landing? Di WC umum ada tissuenya. Tapi WC di kamar ayahnya beda! Gak ada tisu sama sekali. Air pun gak ada. Aku bingung. Ternyata ini WC nya pake mesin! Jadi kita dicebokin pake mesin juga. Masalahnya, aku sudah keburu ‘mengeluarkan’, aku gak mungkin Tanya ke anggit cara makenya, kan?
Aku pun berusaha tenang. Aku melihat tombol-tombol di WC itu dengan tulisan yang gak kumengerti. Ku pencet satu tombol, tak ada yang terjadi. Oke, tombol yang kedua. Pip. Wuuuz! Air pun keluar dari belakang dan oh, ternyata ini tombol buat cebok! Dan sekarang yang aku pikirkan... bagaimana cara menghentikan air yang keluar?
Parah! Aku bingung setengah mati. Aku pencet berbagai tombol tapi air tak kunjung berhenti. Sampai akhirnya ada tombol merah dan Pip. Mati. Mesin WC-nya pun ikut mati. Oh, jadi itu tombol on/off WC nya? Benar-benar canggih korea ini!
Setelah ketegangan selesai, aku pun mulai mandi, ganti baju dan tidur.

ini dia si WC otomatis-_- see the button overthere?

SMA Shinheung lagi!
Tidur semalem nyenyaaak banget. Entah karena heater (di Jeonju dingin banget, tapi kata mereka, mereka kepanasan!), entah karena selimutnya yang enak, atau kasur dan bantalnya yang empuk. Tapi, itulah tidur terenak selama di Korea. Kita bangun jam 7. Mandi, siap-siap, tapi di luar belum ada yang bangun, kecuali sang ayah yang sedang menyiapkan sarapan.
Di meja sudah ad kimbap (minus daging babi), Roti, telor ceplok, jeruk dan air putih. Aaaah, rasanya enak sekali! Kami pun makan bersama. Tepat jam 8, kami pergi ke SMA Shinheung lagi (Tae Yeong dan teman adiknya Yu Bin ternyata menginap! Mereka ikut sarapan bersama kita).
Kita ke Shinheung diantar oleh mobil ayahnya. Setelah sampai, Tae Yeong berkata. “Welcome to our school!” Hm, waktu itu Pak Jang mengatakan hal yang sama, haha.
Yu Bin dan Tae Yong bilang, lapangan sekolah mereka adalah lapangan terbesar di Jeonju. Mereka juga bilang, kalau bangunan sekolah mereka udah ratusan tahun. Yang bikin aku gemas, Yu Bin bilang, “Hahah, maaf ya, gedung sekolah kami kecil.” APA?! APA KAU BILANG YUBIN? SEGINI KAMU BILANG KECIL?? KAMU BELUM LIHAT SEKOLAH KITA!
Ini yang bikin aku terbahak bahak, Tae Yeong dengan polos bilang, “Its look peaceful, but its Hell.” Seketika aku dan Anggit tertawa. Mereka bener-bener gak suka sekolah. Katanya, gurunya galak galak, hehe.
Kami pun berpisah, karena Yu Bin dan Tae Yeong harus belajar. Aku dan anggit pun menuju perpustakaan yang sudah disulap menjadi basecamp. Kita bertemu teman-teman yang lain, dan berbagi cerita kisah mereka dengan host mereka. Ckck, ternyata seru-seru. Tapi, kalau soal tempat tinggal, kayaknya aku yang paling enak haha^^

Workshop dan Kecelakaan
Tujuan utama ke korea kan untuk workshop angklung, di hari kedua ini kita mulai menginvasi sekolah ini dengan angklung. Jadi, waktu itu kita di ruang music. Disana ada murid murid yang sedang belajar seluring (aku lupa namanya apa). Dan kita tampil depan mereka. Mereka sungguh lucu saat memainkan angklung. Kayak ngajarin anak Tk~
Setelah menginvasi mereka, tibalah waktunya Performance kita. Waktu itu ada kecelakaan kecil. Rak angklungnya jatuh. Semua orang kaget, apalagi kita. Agak sempat malu, karena sebelum tampil sudah ada kejadian seperti ini. Disaksikan banyak murid lagi. Ingin menangis rasanya.
Aku terharu saat melihat Pak Kim yang berusaha keras membenarkan rak angklung yang jatuh itu, dan lebih terharu lagi saat kepala sekolah yang langsung turun tangan! Dia jadi tidak terlihat seperti sosok kepala sekolah yang hanya melihat dan memantau perkembangan sekolah. Hebat! Benar benar hebat!
Walaupun kecelakaan kecil itu, the show must go on. Kita tetap tampil dengan pede (dan deg2an takutnya raknya jatuh lagi). Responnya pun positif. Dan itulah sesi terakhir kita di Shinheung High School.

Jeonju Art School dan Es Krim
Setelah penampilan itu, kita langsung ‘diculik’ ketempat lain. Katanya, kita akan perform di tempat lain. Tapi aku belum tahu dimana. Kali ini, pak Jang tidak bisa mengantar. Jadi mobil yang digunakan mobil Pak Kim dan temannya (aku gak tau namanya). Aku kebagian di mobil temennya Pak Kim. Dan aku gak tahu kalau itu akan berujung kebahagiaan (hehe).
Waktu dijalan, teman pak Kim ini bertanya, “Kalian suka es krim?”
“Suka!” siapa yang gak suka es krim?
“Ayo kita beli es krim!” kami pun kaget. Beneran nih? Tuh kan, lagi-lagi dapet rejeki. Paman ini lansung memutar mobilnya, dan berhenti di depan sebuah toko. Aku menelan ludah. Baskin Robins!! Aku belum pernah beli es krim di Baskin Robins (di korea malah banyaknya es krim dari baskin robins). Di Indonesia kan mahal banget! Kita pun disuruh pilih rasa yang kita suka. 2 scoop! Bayangkan, satu scoop aja biasanya mahal! Aku pun memilih strawberry cheese cake dan chocolate mint kalo gak salah? Haha dan itu enak banget! Makasih Pamaaaan! J
Karena beli es krim, kita jadinya telat, hehe. Ternyata, kita ke Jeonju Art School. Tiba2 langsung down. Ini kan art school? Dan kemampuan kita masih ecek-ecek. Tapi untungnya mereka mengapresiasi penampilan kita. Pssst, katanya Taeyeon SNSD lulusan sini lho.

es krim yang dibeliin :)

Jalan-jalan Malam Hari
Hari ini jadwalnya makan malamnya diajak diluar oleh para Host. Yu Bin bingung karena dia Cuma bawa uang sedikit. Hari ini Tae Yeong gak menemani karena ada latihan futsal. Akhirnya, Yu Bin mengajak temannya yang pernah pertukaran pelajar di Indonesia! Dia sedikit-sedikit bisa bahasa Indonesia loh!
Karena bingung mau makan apa, akhirnya kita malah jalan jalan sambil nyari tempat makan. Terjadilah obrolan antara aku, anggit dan temannya Yu Bin membahas Indonesia. Yu Bin Cuma kedapetan bingung karna gak ngerti heheh.
Jadi, si temennya yubin ini pertukaran pelajar di Jogja. Katanya dia ke Malioboro. Terus katanya dia suka Sate. Terus, katanya dia makan di restoran sendirian ngehabisin 100 rupiah! Tentu aja kita kaget, karena untuk ukuran makan sendirian gak mungkin kan sampe 100 ribu? Haha. Yang bikin aku malu, temennya Yu Bin ini bilang, “aku lihat anak anak SMP dan SMA sudah naik motor. Memangnya itu gak berbahaya?”. Emang iya sih, harusnya gak boleh. Di korea jarang ada yang pake motor. Jarang banget! Soalnya resiko kecelakaannya lebih besar. Dan makin malu pas temennya ini bilang, “Aku juga lihat di Indonesia, anak kecil, SMP dan SMA sudah banyak yang merokok.” Aku pun hanya tersenyum, tidak bisa menjawab. Kalau di korea, anak SMA belum boleh merokok! Katanya minimal 20 tahun (dan mereka menaatinya.) lagipula, aku belum ngelihat orang yang ngerokok di Jeonju.
Akhirnya, perjalanan kita berhenti di suatu restoran yang menjual makanan tradisional korea (aku lupa namanya apa). Disana, Cuma ada satu menu yang pake daging sapi, sisanya daging babi (ya ampun). Kita pun makan sambil ngobrol. Dan topic pembicaraannya tentang Uang. Pendapatan orang tua, uang jajan, pendapatan Negara, hutang, harga barang dan hitung hitungan. Entah kenapa itu menyenangkan. Beneran deh, Yu Bin dan temannya ini lucu banget. Kita mengobrol dengan segala keterbatasan tapi kita saling mengerti J
Setelah makan, dan sudah malam (di Korea jam 7 baru gelap), kita diajak jalan jalan seputaran jalan jeonju. Entah kenapa, kita malah nyasar ke tempat karoke-karoke di sepanjang jalannya. Dan mereka meminta maaf atas hal itu, hehehe. Sampe akhirnya, kita harus berpisah dengan temannya Yu Bin karena ia harus kembali ke asrama. Kita pun pulang ke rumah Yu Bin masih dengan pembicaraan yang seru seputar ekonomi dan pendidikan.

dari kiri: temen yubin, aku, anggit dan yubin

Malam Terakhir di Rumah Yu Bin
Malam terakhir di rumah Yu Bin dijalanin tanpa ayah Yu Bin. Katanya, dia sedang pergi sama temen temennya untuk minum. Tapi, ayahnya meninggalkan credit card buat pesen makanan! Haha. Akhirnya, kita pesen Ayam (padahal udah makan malam waktu itu, ckck). Dan aku gak nyangka, kita beli ayam 2 box dan itu isinya ayam semua! Makannya langsung aja dimakan, gak pake nasi kaya di Indo (cara makan ayam di korea emang gini). Kenyang banget!
Karena ini malam terakhir, Yu Bin ngasih kita hadiah. Yu Bin ngasih sticker Teen Top, B2ST dan Infinite, juga ngasih namecard Infinite!! Waktu itu aku pernah bilang aku suka K-POP, dan aku bilang aku suka Teen Top, Infinite dan B2ST. eh, ternyata dihadiahin itu! Makasih Yu Bin J gak Cuma Yubin, adiknya ngasih kita gelang! Aku dapet gelang warna coklat, dan anggit dapat gelang warna biru aqua. Kita juga sebenarnya mau ngasih angklung, tapi kehabisan. Akhirnya, Anggit ngasih permen khas Indonesia (apa hayo?).
Sedih rasanya. Walaupun baru sebentar, tapi kita udah kayak keluarga. Sebagai kenang kenangan, kita berfoto J dan kocaknya, Tae Yeong bilang, “Ayo foto gaya Gangnam Style!” hahaha aduh, mereka ini emang lucu-lucu^^
Mereka juga bilang, katanya kalau udah sampe Indonesia, jangan lupa chat! Hhe. Setelah itu, kita pamit tidur duluan.

 foto ama Taeyong abis makan ayam

 foto ama temen adenya yubin (paling kiri), Taeyong, dan adenya Yubin

 with Yubin and Taeyeong

gangnam style ;))


Pamit L
Makan pagi kita disuruh di sebuah restoran, dan Yu Bin (juga Tae Yeong)nganterin kita naik Taxi soalnya mobil ayahnya rusak. Dan itu adalah pertemuan terakhir kita dengan Yu Bin juga Tae Yeong. Kita pun pamit. Kita melambaikan tangan. Mereka pun bilang, “Kita udah memutuskan, sehabis musim ujian kita bakal liburan ke Indonesia”. Apa? Mereka serius? Kita pun bilang “Kita Tunggu!”. Sumpah, rasanya pengen nangis. Yu Bin dan Tae Yeong pun pergi untuk sekolah. I’m gonna miss them soooo badly L
Setelah kumpul semuanya, kita dibayarin makan pagi. Kita disuruh makan apa namanya gatau pokoknya di dalemnya ada mie, dan itu enak. Cuma... lagi lagi ini porsi Jumbo. Tapi kali ini aku gak bisa habisin!
Setelah itu, dengan mobil Pak Kim lagi, kita dianterin ke Stasiun menuju Busan. Rasanya sedih juga harus pamitan sama Pak Kim dan Pak Jang. Jeonju suasananya hangat banget, ramah. Rasanya betah tinggal di Jeonju.
Satu kalimat waktu udah ninggalin Jeonju, “Saeeeem, mau ke Jeonju lagi!”

10 Days in Korea: SEOUL


KOREAAAAAA!
Rasanya seneng banget waktu si pilot mengumumkan kalau mereka akan segera landing. Finally! Saat aku lihat keluar, ternyata sudah terang (maklum tidur mulu). Mereka juga memberi kita breakfast, yah, lumayan menikmati makanannya kali ini. Tapi, aku lagi lagi mengutuk saat mereka landing. Pesawat berguncang-guncang, dan telingaku sakit karena tekanan. Aku menutup mataku, menarik napas berkali-kali. Mualnya makin terasa. Hingga akhirnya, aku bisa melihat Incheon Airport. Incheon Airport! Gak nyangka, biasanya aku melihat bandara ini di drama-drama dan sekarang aku benar-benar memasukinya :’)
Saat pesawat udah bener-bener berhenti, dan kita mengambil barang barang di kabin, saat aku berdiri.... hoek! Hampir saja aku muntah. Ini bener-bener perjalanan 6 jam yang parah.
Saat turun, aku bener-bener gak kuat lagi. Kakiku gemetar. Tapi orang orang di timku tampak baik baik saja, walaupun ada yang merasa sepertiku. Oh ya, tadi di pesawat kita suruh mengisi sesuatu di kertas kuning, lalu saat masuk bandara kita harus ngasih itu ke petugas.

Begitu Sulitnya kah mengeja ‘Angklung’?
Saat sampai di petugas, aku benar-benar tegang. Yang kau hadapi itu orang korea asli! Oke, pasti lancar. Aku pun maju, memberikan paspor, dan kertas kuning itu. Petugas yang mengurus itu kebetulan perempuan. Ia membuka pasporku, mengeja namaku pelan pelan dan aneh banget mereka mengejanya. Aku menahan tawa saat itu. Ia mengejanya seperti ini “A-shil-la Sya-pha-wa-ni A-phi-pha”. Orang korea memang kesulitan membaca huruf ‘F’.
Lalu, petugas itu bertanya, “Ngapain kalian ke Korea?” (pake bahasa inggris maksa tentunya hahahaha)
“Kita kesini mau main angklung.”
“Apa?” dia mungkin kaget saat mendengar ‘Angklung’. Aku pun menunjukkan tulisan ‘Angklung’ yang aku tulis di kertas kuning tersebut. Dan lucunya, petugas itu susah sekali mengeja ‘Angklung’, berkali-kali aku memberi tahu cara membacanya, tapi ia tetap kesulitan. Akhirnya ia hanya spelling dengan bahasa inggris, “A-N-G-K-L-U-N-G”.
 Ia bertanya lagi, “Angklung itu apa?”
“Angklung itu alat music tradisional”
“Terbuat dari apa?”
Aduh, ini petugas banyak nanya juga ya. “Dari bamboo.”
“Oh!” dia tampak kaget lalu mengangguk angguk. Setelah itu, dia menulis nulis entah apa, men-cap-cap paspor, dan ada kamera disitu. Sudah kuduga, wajah kita difoto saat itu. Aku gak peduli tampangku saat itu. Ia memberikan lagi pasporku, dan mengucapkan “Kamsahamnida~”.

Angklung = Senjata
Setelah pemeriksaan dari petugas diatas, kita harus mengambil barang-barang kita. Banyak dan berat. Setelah itu, kita bingung. Kenapa Reyhan, Ssaem, dan A Rizki belum kelihatan juga. Ternyata, kita belum boleh keluar dari sana. Ada satu kotak yang berisi angklung di stikeri oleh orang korea yang terlihat seperti police line.
Karena aku yang memegang kunci peti-peti angklung, jadi aku suruh ngebuka peti itu. Aku Tanya ke Ssaem, “Kenapa saem? Kok petinya di stikerin gini?”
“Gak tau, mereka pengen kita buka petinya.”
Kita pun menjelaskan kalo ini tuh isinya angklung. Mereka kekeuh pengen buka petinya. Dan... jenjeng!!! Pas dibuka isinya angklung (duuuh, gak percayaan banget sih ni bapak-bapak). Katanya, mereka kira itu senjata! Katanya, saat di scan, bentuk angklung itu mirip senjata. Akhirnya ssaem menjelaskan kalau itu Angklung, alat music yang terbuat dari bamboo. Aku berkata dalam hati, aduuuh ada ada aja sih ni petugas di korea. Ckck.
Setelah terbukti peti itu isinya angklung, mereka pun meminta maaf dan membiarkan kita keluar.

T-Money
Setelah keluar, kita duduk di kursi yang ada di bandara. Ssaem bertemu sama temannya yang ada di Seoul. Aku lupa siapa namanya. Disaat anak-anak mengangkut barang masuk ke Van, aku dan Anggit yang menjaga barang anak-anak, diam. Di depan kita ada TV, yang menunjukkan perkiraan cuaca hari ini di Seoul.
Setelah anak-anak kumpul lagi, Ssaem membelikan kita T-Money. Apa itu T-Money? T-Money itu kayak alat pembayaran elektronik. Bentuknya bisa apa saja, tapi kita membelinya dalam bentuk kartu (harganya 2,500 won, kalo di rupiah sekitar Rp 22.500... mahal ya.) dan kita harus mengisinya. Kartu itu digunakan untuk membayar Subway dan Bis kota (dan kita perlu banget, kita pasti naik kendaraan umum).
Beneran kayak orang udik di korea itu. Waktu itu aku excited melihat keran air mium di bandara. Terus aku excited dengan T-money. Dan saat kita sampe di mesin T-Money untuk isi ulang, itu juga keliatan kayak orang udik banget. Temennya ssaem nunjukkin caranya isi ulang.
Pertama, kita taro kartu kita di tempat yang udah disediakan. Terus, pilih menu yang buat isi ulang (itu pake hangul, tapi ada juga yang pake b.inggris. aku sih mencet liat dari gambarnya... liat pas temennya saem nyontohin. Oh iya, ini touchscreen ya teman teman). Setelah itu, muncul nominal yang bakal kita isi ulang. Ada 1.000, 2.000, 5.000, dan 10.000 won. Biar gak repot isi aja 10.000. kita pilih yang 10.000 won. Setelah itu kita disuruh masukin uangnya ke mesin. Uangnya gak boleh lecek loh! Terus... gak lama, kartu kita keisi deh. Gak ngerti gimana caranya kartu itu bisa keisi deh-___- canggih memang korea ini.
Dengan membawa carrier ala backpacker, kita akhirnya ke subway yang ada disana, menuju hostel kita (namanya Yellow Submarine lho! Letaknya di Hongdae, Seoul.)

Naik Subway Pertama Kali.
Hal yang harus pertama kali diperhatikan di Seoul adalah; semua orang bergerak cepat (actually saem udah pernah wanti wanti tentang hal ini). Dan itu memang benar! Rush hour dimana mana. Semua orang jalan cepet-cepet banget. Kalo orang indo ke Korea, pasti mikir gini, ‘ini orang pada mau ngapain deh cepet-cepet amat.’
Tempat paling rush di korea adalah di Subway. Hayoloh, apa tuh subway? Di Indonesia emang gak ada subway (setahuku hanya di kota-kota besar di Negara maju). Waktu pertama kali ke stasiunnya, rame banget. Dari tua sampai yang muda. Dari sini aku menyimpulkan, orang korea sangat memanfaatkan kedaraan umum. Kelihatan sih, disini mobil pribadi sedikit (gak kayak Indonesia kayaknya 1 orang 1 mobil makanya macet).
Hal yang harus diperhatikan!
1.      Jangan lupa T-Money. Bisa gawat kalau lupa T-Money. Emang bisa cash juga, tapi ribet. T-Money itu penting buat naik kendaraan umum (subway, bus).
2.      Perhatikan gatenya. Ada banyak gate (dan itu bikin pusing). Ada peta sih, tapi liat peta malah makin pusing (hehe). Kalau bisa bahasa korea, mending Tanya aja ke orang^^
3.      Lihat arah keretanya menuju kemana. Jangan sampe salah jurusan (hahaha)
4.      Tunggu depan pintunya. Jangan kemana-mana, jangan bengong. Pintunya hanya terbuka beberapa detik! Dan itu harus berbagi dengan orang yang turun. Pokoknya harus cepet deh!
5.      Pegangan yang erat. Waktu pertama kali, pasti gak akan terbiasa naik kereta sambil berdiri dan lumayan cepat jalannya. Waktu itu aku juga hampir jatuh.
6.      Perhatikan pemberhentian. Jangan sampe kelewatan. Untungnya, operator subwaynya juga ada bahasa inggris. Kamu akan sering mendengar “next stop is....blablabla”.
7.      Jangan salah duduk! Di dalam kereta ada kursi khusus ibu hamil, lansia dan khusus pengguna kursi roda (waktu itu aku hampir salah duduk sih gak liat sign-nya).
8.      Utamakan lansia untuk duduk.
9.      Kalau tujuanmu sudah dekat, langsung berdiri depan pintunya. Jangan tunggu berhenti, baru beranjak. Yang ada malah gak sempet keluar (hehe)
Baiklah, itu beberapa panduan (amatir) naik subway oleh saya (yang amatir dan ndeso).
Itu baru perjalanan menuju Hostel. Dan itu udah bikin kaki pegel kayak habis marathon (ditambah kita bawa carier yang beratnya 7-8kg!).

Yellow Submarine Hostel
Setelah marathon, kita langsung istirahat di Hostel tercinta. Hostel ini kukira kayak apa, tahunya bagus! (bahkan aku lebih suka suasana hostel ketimbang hotel). Gaya bangunannya lucu, apalagi pas masuk kamarnya.
Karena sudah kelelahan, pas ditunjukkin kamarnya kita langsung masuk, naro carier sembarang dan melompat ke kasur. Kasurnya tingkat, lho. Dan aku kebagian dibawah (kalau aku diatas kasian yang bawah^^)
Well, sebenarnya di Hostel ini gak ada yang special sih, hhe. Cuma... di Hostel ini ada penjaganya. Namanya Woo (tapi kalau di hangul tulisannya hanya ‘U’) jadinya temen-temen pada memanggil dia ‘U’. dan entah kenapa, si ‘U’ ini selalu jadi bahan pembicaraan kita (hehe). Poor U. Maaf U, kita bukan mengatakan hal yang buruk tentang kamu kok^^
After All, tempat menginap satu hari ini cukup nyaman. Karena besok...kita harus sudah ke Jeonju. Dan oh, kita hanya menaruh barang di Hostel. Selanjutnya... si oppa teman Saem ini akan mengajak kita jalan jalan lagi. Oyeah, siap-siap betismu mengencang.


After Subway, Bis Kota!
Oyeah! Sebenarnya aku agak excited mau naik bis kota. Yah, soalnya di drama banyak adegan di bis kota ini (ehehe). Akhirnya kesampean juga naik bis kotanya.
Hal yang harus diperhatikan!
1.      T-Money. Always in your pocket, okay? (kalau kita sih, karena pakai nametag, jadi diselipkan di nametag. Lebih mudah dan aman^^)
2.      Tunggu di Halte bus. Ya pasti lah. Ya iya dong. Tapi... perhatikan ya. Kebiasaan orang Indonesia itu, bisa nyetop bis dimana aja. Kalau di Korea gak bisa. Kalau haltenya disitu, ya berhentinya disitu.
3.      Perhatikan nomor busnya menuju kemana. Di haltenya ada penjelasannya. Kalau mau ke daerah A, pakai bis nomor X,Y,Z. seperti itu lah. Jangan sampai salah jurusan!
4.      Pas sudah masuk, tentu kita harus bayar pake T-Money. Pip!
5.      Duduk, kalau ada kursi kosong (notice: bis nya emang gede, tapi kursinya Cuma sedikit. Banyak tempat untuk berdiri). Seperti biasa, tempat duduk dahulukan lansia ya.
6.      Pegangan yang erat! Hampir sama dengan subway. Hanya saja, bus itu lebih banyak goncangannya! Apalagi kalau nge-rem....*nothing to say*
7.      Turun di Halte tujuan.
Lagi lagi muncul panduan (amatiran) ini...^^
Senangnya naik Bis, daripada subway... naik Bis bisa melihat keadaan kota Seoul~ bisa lihat toko-toko, orang-orang di jalan, pemandangan dan semacamnya^^

Namsan Tower = Pikir dua Kali!
Oke, ternyata eh ternyata... kita diajak ke Namsan Tower!!! Dari sebelum pergi, temen-temen sudah berkoar-koar: “Pokoknya harus ke Namsan Tower!” begitu juga aku. Siapa yang gak tau Namsan Tower? Korean Lover pasti tahu. Namsan Tower ini jadi tempat syuting Drama, sampai Variety Show. Dan tempat ini terkenal dengan tempat yang bernama ‘Love Lock’ J
Well, kita sudah sampai di lokasinya! Ups, tapi mana Namsan Towernya? Aigoo. Ternyata kita baru sampai tamannya saja. Waktu aku lihat, Namsan tower masih jauh diatas sana. Oke, akhirnya kita ke tamannya saja dulu. Disitu terdapat bangunan-bangunan kerajaan (kayak di goong loh!) dan kebetulan waktu kita datang, ada acara tari tradisional koreanya. Bagus! Wish I have camera T___T
Jalan-jalan... mutar-muter sana sini akhirnya kita mau ke Namsan Tower.
Aku baru tahu kalau jalan menuju namsan tower itu adalah trek hiking orang korea. Jalan nanjak berkilo-kilo meter itu buat hiking! (orang korea sukanya hiking kayak gini). Kalau mau hemat, ya jalan. Tapi mau jalan nanjak kayak gitu? Untuk ukuran Turis, pasti gak mau. Apalagi kaki udah bengkak-bengkak karena rush hour di Subway.
Akhirnya, kita naik bus. Jadi, buat naik ke namsan tower ada busnya juga loh! Yah, asal bayar aja, hehe. Dan tahu gak, busnya penuh banget! Bener-bener penuh. Dan semua orang yang naik bus itu semuanya mau ke sana!
Oke, aku dan teman-teman udah seneng bakal naik bis terus turun di namsan tower. Tapi ternyata aku salah. Kita gak berheti di depan namsan towernya persis. Jadi kita harus JALAN lagi dan itu SUPER NANJAK!! Sumpah, itu tanjakkannya mantep banget melebihi tanjakan di bojong koneng. Dan itu bener-bener capek! (tapi tenang, jaraknya gak sampe kilometer kok).
Dengan perjuangan, akhirnya kita sampe!!! Penuh banget, banyak orang! Apalagi pas masuk Love Lock. Ckck, itu penuh (dengan orang korea sendiri). Dan... aku gak percaya bakal lihat love lock sungguhan. Disana, pagar-pagarnya udah PENUH BANGET dengan gembok! Dari yang baru, sampe yang karatan. Ckck. Disana sih kita Cuma foto-foto aja. Dari sana, kelihatan pemandangan kota Seoul, bagus deh.
Setelah puas di Lovelock, kita akhirnya pulang. Pulang dengan apa? Jalan kaki. Kita turun dengan ribuan anak tangga. Dan yakinlah, ini lebih melelahkan dan menyakitkan. Kalau ini, aku pastikan jaraknya sampai kilometer.
Jadi, bagaimana? Tertarik ke Namsan Tower? ;)

10 Days in Korea: Awal mulanya.....


Ke Korea Gak Segampang Membalikkan Telapak Tangan.
Bagaimana rasanya kesampean dateng ke Negara impian? Rasanya kaya udah kayak diajak ke surge aja hahaha lebay. Well, itu yang aku rasakan waktu Ssaem, guru bahasa korea aku secretly bilang, “shel, lu mau gak ke Korea”. Tanpa babibu, aku setengah teriak (karena kalo teriak beneran, bakal dikira kenapa-napa), terus nanya lagi, “Serius saem?!!!” habisnya aku kira aku gak bakal ke Korea, atau aku bakal ke korea berapa taun lagi pas udah kaya, atau pas udah punya suami dan aku maksa maharnya harus bawa aku ke Korea (sampe segitunya lho!). Tapi ternyata aku bakal ke Korea di usia yang masih sangat muda ini! (kelas 3 SMA....).
Oke, kembali ke topik. Ke koreanya bukan untuk jalan-jalan. Tapi buat memperkenalkan Angklung ke Negara itu. Bisa dibilang, kita akan menjajah korea dengan angklung fufufufu! Yah, bolehlah, karena 3 tahun kebelakang korea telah menjajahku dengan kpop (sampe sekarang sih heheh) tapi, kita juga bisa menjajah mereka dengan budaya kita!
Waktu itu, banyak yang belum tahu rencana ini. Saem juga nyuruh jangan kasih tau siapa-siapa dulu. Yah, you know, rencana ini takutnya gagal. Karena ini acaranya bener-bener nekat!
Waktu itu, yang brainstorming masih aku, ssaem dan Reyhan. Apa nama acaranya, bikin proposal, anggaran dana, bikin surat-surat, bikin logo, apa aja yang dibutuhin lalalalala yang teknis teknis seperti itulah! Hingga waktu itu, dihitung-hitung, kita butuh uang 70 juta.
Glek. 70juta dan Mei kita akan berangkat!
“Gimana caranya dapet uang segitu?!”
Dan....mulailah perjuangan berat kita buat ke korea ini. Dari latihan angklung (yang super duper berat, soalnya anak muthahhhari kemampuan angklungnya masih kayak anak SD-___-), sampe ngumpulin sponsor (ada yang pelit, ada yang php, ada yang beneran ngasih secara ikhlas :’) makasih sponsor!!), ngumpulin dokumen-dokumen untuk ngurus Visa (I HATE VISA!!!), dan sampe bingung jadi ikut apa engga karena soal izin orang tua (waktu itu kan korea lagi isu perang, dan ayah aku ga ngizinin) dan akhirnya bisa juga dapet izin, uang dapet sekitar 40 juta (sisanya kita yang nembokin T___T), dan lagu yang akan kita bawakan lancar juga dan kita siap buat berangkat! :D

Take Off!
Setelah perjuangan-perjuangan diatas, kita siap untuk pergi ke Korea. Dari sekolah, kita naik travel ke Bandara International Soekarno-Hatta selama beberapa jam (serius, itu cape banget). Nyampe sama turun-turunin barang, nunggu.... (kita take off jam 23.20 dan kita udah di bandara itu jam 17.00, bayangin selama apa kita nunggu?) yang paling lama itu waktu nimbang barang buat masuk ke bagasi. Kita 12 orang, tapi barangnya segaban-gaban. Ada 1 bawaan pake tas item, itu SUPER DUPER BERAT. Gila ya?
Udah uring-uringan, akhirnya kita masuk juga. Ada pemeriksaan pake scanner gitu kan, dengan mulus aku jalan dan gak ada bunyi ‘piiip!’. Sedangkan temen temen yang lain banyak yang bunyi ‘pip’ dan mereka harus buka sepatu hahahaha J lucky me J
Habis itu, kita ada di ruang tunggu. Malem-malem, nunggu pesawat itu melelahkan. Dan aku berkali-kali bulak balik ke kamar mandi buat buang air kecil-_-. Pesawat siap, para petugas pun akhirnya mempersilahkan kita memasuki pesawat. Aku menahan napas. This is it. Kita udah sampe sini. No turning back! Gak nyangka, aku benar-benar meninggalkan Indonesia dan pergi ke korea! So excited!!!

No Exited At All.
Aku lupa, aku bener bener lupa kalau aku ini orangnya mabok perjalanan. Apalagi udara. JADIIII, waktu masih menginjak daratan aku senengnya bukan main, sekarang, pas udah di pesawat, aku mengutuk diriku sendiri, dan pesawat ini juga tentunya. MUAL! Isi perutku rasanya mau keluar semua. Mereka memberi kita makan malam. Enak, tapi karena aku sedang mual, makanan enak itu terasa sangat iyuuuuuh (hmm-__-). Dan bayangkan, aku harus tahan dengan keadaan seperti ini (duduk, dengan selimut dan bantal yang sama sekali gak membantu, AC yang super dingin, dan mual yang berkepanjangan) selama 6 jam! Mati aku! Aku gak pernah naik pesawat selama ini. Gimana orang yang harus pergi ke Amerika? Belasan jam, dan itu juga harus transit. Thank god, naik garuda kita gak usah transit.
Gak ada kerjaan di pesawaat selain nonton dan dengerin lagu (itu fasilitas garuda), makan, tidur, dan aku menahan pipis selama di pesawat. Kenapa aku gak ke kamar mandi? Pertama, susah keluar karena disebelahku ada ule. Kedua, aku malas jalan dalam keadaan pusing karena mual, ketiga, dimana letak kamar mandinya? Aku gak tau, dan berkali-kali kita harus pake sabuk pengaman karena cuaca diluar lagi gak bagus. Yah, I’m stuck in my seat for next six hour.

My Dreams Come True!

OLAAAAA ya ampun, long time no see! udah berapa lama nih gak buka blog ini :( kangen *cium layar laptop* hehehe. Aku datang dengan beberapa cerita selama saya di Korea. Seperti yang kalian tahu (tau gitu?) waktu bulan Maret kemarin aku berkesempatan mengunjungi negeri impan; The Republic of Korea :')

You know, sampe sekarang, aku masih gak percaya aku bisa menginjakkan kaki di negri gingseng itu. Daaan, bukan untuk jalan jalan, tapi untuk misi budaya. Menginvasi korea dengan budaya Indonesia, tepatnya di Jawa Barat, yaitu angklung. Untuk detailnya, mari kita check posting yang selanjutnya :D

Sekali lagi maaf ya, jarang update :)
Love you~ mmuaaach

Wednesday, January 9, 2013

Worst Nighmare: KTI

Assalamu'alaikum! Fuh, udah lama banget banget gitu ya, gue ga muncul di dunia per-blog-an. Padahal, a lot of things to tell but i'm busy! (seriously, not kidding)

Ya tau lah ya, sekarang umur gue udah 17 (ga ada hubunganya) itu artinya gue sudah besar (terus?-__-) nah, untuk ukuran normal orang yang berumur 17 tahun di tahun 2012-2013 itu sudah anak SMA. Lebih tepatnya, kelas 3 SMA.

Semua juga tahu, anak kelas 6 SD, 3 SMP dan 3 SMA kalau udah masuk semester dua akan sibuk-sibuknya. Kita harus menghadapi UN, yang akan dilaksanakan kurang lebih 3 bulan lagi. Kita juga harus menghadapi Ujian Sekolah, Ujian Praktek, dan semua kebutuhan-kebutuhan untuk LULUS dari sekolah (dan melanjutkan ke jenjang selanjutnya!)

Di Muthahhari, ada cara tersendiri 'menyiksa' murid-muridnya sebelum mereka benar-benar lulus dari sekolah model ini. Sama dengan SMA lainnya (ga semua sih kayaknya) salah satu syarat kelulusan adalah dengan membuat KTI aka Karya Tulis Ilmiah. Ofcourse, kalian pasti tahu lah apa itu KTI.

Yang bikin gue gedek, adalah perbedaannya.

a. Pengerjaan KTI
Smuth: dikerjakan sendiri-sendiri.
Sekolah Lain: dikerjakan berkelompok.

b. Sidang KTI
Smuth: Diadakan sidang 
Sekolah lain: Gak pake sidang.

Itu yang bikin gue iri setengah mati!!! terus ya, kata temen gue yang bersekolah di SMA 2, katanya sih mereka bikin KTI itu untuk 'Tiket' menuju UN. KALO SEKOLAH GUE? Tiket kelulusan! *pusing kepala*

Sekarang, gue dan teman-teman angkatan sedang berusaha amat keras menyelesaikan KTI (biadab) ini demi kelulusan. Padahal, deadline tinggal beberapa hari lagi. hehehe.
Doakan yah teman! sekarang gue udah memasuki bab 4 nih yang gosip dan kenyataannya (?) bab 4 adalah bab tersulit *eaea*. Serius, tolong doain gue :(

FYI aja, judul KTI gue... manfaat berjalan kaki terhadap kecerdasan otak. Please, semoga KTI gue lancar ya... heheh. Berapapun nilai gue, yang penting gue lulus! 

Semangat ya buat seluruh putra putri indonesia yang sekarang statusnya anak SMA kelas 3~ kita berjuang bareng-bareng :D 

Fighting!