Sunday, August 4, 2013

[FF] How We Met (#6 - #10)


How We Met - EXO-K Fantiction

Cast     : EXO-KIDS J
Genre  : Action / Friendship
Rate    : K ofcourse!
Chapter: 6 - 10

#6 Chasing the winds – Suho
Berkat kemampuan teleportasi Kai, mereka bisa kemana pun mereka mau untuk mencari orang ketiga ini. Kini sudah tempat ke-3 tempat mereka singgah, tetapi tidak di temukan sosok manusia super ini. Kai mengetuk ngetuk layar GPS itu.
“Ada apa, Kai?” tanya Suho khawatir.
“Apakah alat ini rusak? Mereka bilang ia ada di dekat sini, tetapi beberapa detik kemudian, ia sudah berpindah tempat lagi. Ia bergerak cepat sekali, sih.” Kai mengangkat-ngangkat GPS-nya tinggi-tinggi.
“Kenapa kau mengangkatnya, Kai?-___-“
“Supaya ditangkap oleh satelit XOXO? Mungkin disini sinyalnya lemah.” Kata Kai polos. Bip! Bip! GPS itu berbunyi lagi.
“Ah! Ketemu lagi! Ayo Suho!” Kai memegang tangan Suho, dan mereka pun time traveling lagi dan kini berada di sebuah daerah yang sepi, juga jarak antar rumahnya bisa hampir 300 meter.
“Hei, ini kan tempat biasanya Topan terjadi.” Kata Suho sambil melihat ke daerah yang super luas dan sepi ini. Hanya ada beberapa orang yang lewat. Kai mengecek lagi GPS-nya.
“Oh ya? GPS mengatakan ia tepat disini.”
Syuuuu~ angin mulai bertiup kencang. Kai berpegangan pada Suho, “This is not good. Apa kau membaca ramalan cuaca hari ini, Suho?”
Suho menelan ludahnya. “Ya. Dan akan terjadi tornado!”
SYUUUUUU~ angin mulai terlihat berputar-putar. Kai dan Suho masih belum bergerak.
Suho panik, “Kai! Gunakan teleportasimu!”
“A—aku tidak bisa!”
“Apa maksudmu tidak bisa?!”
“Aku sudah menggunakannya banyak hari ini! Uh, Suho, sepertinya kita harus...”
“LARI!!!” Suho dan Kai sama-sama berteriak saat melihat angin tornado di depan mata mereka. “UWAAAAAA~~~”

#7 Stupid 2 guys – Sehun
Sehun mengantuk, semalaman ia tidak tertidur. Ia menggantikan ayahnya untuk berjaga di depan alat pendeteksi angin topan, karena menurut perkiraan cuaca, akan ada tornado hari ini. Tetapi, sampai sore ini pun tidak terjadi apapun.
BIPPPP BIIPPPP. Sehun terbangun saat alarm pendeteksi angin topan itu berbunyi. Frekuensi angin saat ini tidak terlalu besar, mungkin ayahnya tidak begitu ingin mengejarnya. Sehun menatap ayahnya yang tertidur pulas di sofa. Baiklah, kali ini Sehun bisa bermain-main dengan angin.
Sehun melompat lewat jendela, dan menatap angin yang berputar-putar itu. Ia senang sekali dengan pusaran angin itu. Ia bisa terbang masuk ke dalamnya, menikmati putaran angin topan. Hanya saja, ia membatalkannya saat melihat 2 orang laki-laki yang sedang berlari menghindar dari tornado. Sehun mendesah, bodoh. mereka tidak melihat ramalan cuaca?
Ia pun berlari ke arah mereka, yang hampir saja terhisap oleh tornado yang kecepatannya yang tinggi. Dua kaki manusia tidak bisa mengalahkan kecepatan tornado, jadi percuma. Sehun melompat ke arah mereka berdua, dan menahan tubuh mereka. Sehun pun mendorong tornado itu pergi, menjadi menjauhi mereka berdua. 2 orang yang kini ditahannya masih saja berteriak.
“Whoa, whoaaa, guys, you all save.” Kata Sehun. 2 pemuda itu pun saling menatap, dan bersujud-sujud di depan Sehun.
“Thankyou!!!”
“Kau dewaaaa! Bagaimana kami membalas jasamu???”
Sehun memutar dua bola matanya, “It’s not a big deal. You know, you all stupid. Everyone take a cover when a Tornado comes, and you still out?” Sehun berkacak pinggang. Kai menurunkan alisnya,
“Whoa, Suho membaca ramalan cuacanya kok!”
Suho berdiri, dan mengangguk pasti, “Iya! Kenapa tidak ada pemberitahuan, wind controller?” Suho melipat tangannya, merasa menang. Wajah Sehun memucat,
“Apa?”
“Wind Controller, apa perlu kami ulang?” Kai kali ini menggoyang-goyangkan GPS-nya, “Aura biru muda! Tidak salah lagi, kau adalah orang ketiga,”
Sehun menatap mereka berdua aneh. Perasaannya kini campur aduk. Antara takut, dan senang.

#8 Tornado Freak – Suho; Kai
Untuk meminta penjelasan lebih lanjut, Sehun mengajak mereka ke rumah miliknya. Rumah miliknya lumayan besar, dan saat masuk, di dominasi oleh alat-alat seperti komputer, radio, dan layar-layar. Mirip seperti markas XOXO, tetapi ini lebih homy.
Sehun membereskan barang yang berserakan disana, dan menggeser sofa ayahnya yang sedang tertidur pulas.
“Oh, that’s my dad, he just take a nap... and this is all his stuff...” Sehun menjelaskan situasi rumahnya.
Suho menatap banyak sekali foto-foto tornado yang ditempel hampir seluruh dinding rumah.
“It’s your dad job? He must be a Tornado Freak,” Suho takjub. Sehun tersenyum kecil, dan menggaruk tengkuk lehernya,
“Hehe, I like tornado too. We love tornados.”
“Hei, Sehun, did your father make this all stuff?” tanya Kai memegang alat-alat pendeteksi tornado. Sehun mengangguk,
“Yeah.”
“Cooooool.”
Sehun pun mengajak Kai dan Suho ke back porch, dimana disana ada bangku taman dan koleksi tanaman hias.
“Aww, you like flowers too.” Komentar Kai yang melihat banyak sekali bunga-bunga di back porch rumah Sehun. Sehun menggeleng,
“It’s mom, actually. Dad keep and grow them since my mom dead.”
Kai dan Suho memucat, “Sorry to hear that...”
“It’s okay, its so long time ago. So, The darkness and XOXO, rite?”
“Yeah,” Suho mengangguk. “Waktu kita tinggal... Hm, 2 hari lagi? Ya kan, Kai?”
“Yeap, mengingat ini sudah hampir malam hari.”
Suho menatap Sehun, “So... are you in?” kali ini Kai juga menatap Sehun. Sehun tampak berpikir dan...
“Allright, I’m in.”
“Yahoooo! Great!”
Sehun tersenyum kecil, “It’s great to be around people of our kind.”
Suho dan Kai sama-sama tersenyum. “Its good not to be alone, isnt it?”
Sehun menatap sekitarnya, “Well, ini sudah malam. Bagaimana kalian menginap disini dulu? Dan besok pagi kita mencari orang ke-empat. Bagaimana?”
Kai dan Suho pun mengangguk senang.

#9 Friends – Sehun
Kebiasaan Sehun adalah bangun lebih awal dari siapapun. Ia melihat Suho dan Kai yang masih pulas tertidur. Ia terkejut saat ayahnya sedang memakai jaket, siap-siap untuk pergi.
“Dad? Where are you goin?”
Ayahnya tersenyum dan mendekati Sehun, “Sehun kau sudah besar. Ayah seorang ilmuan, kau tahu kan?”
Sehun mengangguk pelan. Ayahnya mengeluarkan secarik kertas, “Perusahaan sains terbesar mengundang ayah untuk meneliti sesuatu. Aku tahu... tapi kau akan sendirian disini. Apa kau tidak apa-apa?”
Sehun melihat Kai dan Suho. Tidak, Ayah, aku tidak sendirian. Aku sudah menemukan tempatku. Sehun tersenyum,
“Tidak apa-apa, Ayah. Aku tahu, mereka lebih membutuhkan ayah. Aku bisa hidup sendiri.” Ayahnya pun memeluk Sehun erat. “Kau bisa mengejar topan sendiri, kan?”
“Daaaad, I’m not a kid anymore!”
Sehun pun melambai pada ayahnya yang dijemput secara khusus oleh perusahaan. Saat itu juga, Kai dan Sehun bangun. Sehun menatap mereka berdua selamat,
“Jadi? Kapan kita memulai petualangan?”
Kai menguap, “Take it easy, Sehun-a... 5 more minutes?” kata Kai. Suho mengangguk,
“Yeah, it’s 5 p.m. for god shake!”
Sehun tertawa kecil. He never have a friends, because he so scared being rejected. You know, he dont ‘normal’. Now, He have.

#10 3 Boys 1 purpose – Sehun; Suho; Kai
Sehun, Suho dan Kai sudah siap dengan petualangan mereka pagi ini. Suho meregangkan tubuhnya, sedangkan Kai sibuk dengan GPS-nya. Sehun menatap alat itu aneh,
“Apa itu?”
“Oh? Ini GPS. Pendeteksi manusia super. Manufactured by XOXO.” Jelas Kai sambil membuka petanya. “Menurut GPS, kita harus ke daerah utara...”
“Utara? Itu jauh sekali... kita mau naik apa?” Sehun terkejut.
Kai tersenyum kecil, “My specialist, ofcourse. Ready for a jumpy ride?”
Suho menggelengkan kepalanya, “Not anymore! Can we just walk or something?”
“Sepertinya kalian harus mencoba hal yang baru.”
Kai dan Suho saling menatap, “Apa?”
“UWAAAAAAAAAAA”
Kai dan Suho harus kembali berhadapan dengan angin, kali ini Sehun yang mengontrolnya. Dengan bantuan angin, mereka terbang!
“Isnt that fuuuun??” kata Sehun tertawa keras. Suho melihat kebawah, rasanya ingin mati saja! Mereka berada di ketinggian sekitar 1000 kaki dari permukaan.
“Sehun! I kill you! I kill you!” Kai, yang juga sama-sama takut ketinggian memaki Sehun. Sehun tidak peduli, ia terus saja mengontrol angin agar mereka tetap bisa terbang.
“Kai! Bagaimana? Apa kita sudah dekat? Kita sudah terbang hampir 1 jam.”
“Turunkan aku dulu, Sehuuuun!”
Sehun tertawa, akhirnya mereka pun turun, di sebuah perkotaan kecil, yang cukup ramai. Mata Suho berbinar,
“I know this place! Ini kota kecil yang cukup kumuh, kau tahu... kota ini terkenal karena banyak penjahat kelas S berasal dari sini.” Kekuatan geografi Suho memang tidak tertandingi. Kai mengecek GPS-nya.
“Yap. We’re close.”
“Jadi... kita harus mengitari kota ini dengan hati hati untuk menemukan orangnya. Hati-hati dengan bawaan kalian, pencuri disini terkenal handal.” Bisik Suho. Sehun dan Kai menelan ludahnya. Sehun membawa cukup uang yang ditinggalkan ayahnya, Kai hanya membawa GPS, sedangkan Suho karena sudah antisipasi, Suho menyembunyikan uangnya di tempat yang tidak orang ketahui.

Bersambung~



[FF] How We Met (#1 - #5)


How We Met - EXO-K Fantiction
Cast     : EXO-KIDS J
Genre  : Action / Friendship
Rate    : K ofcourse!
A/N      : ingat FF aku yang selebelumnya? Well, it’s kinda sequel or somethin’ and I pick exo kids first J (infact I like exo kids more than exo men hihi) but dont you worry, if I have enough idea and time I cant add exo men in the story (exo men more have cooler ability!) so, enough of blabbering and start writing! Hehe, enjoooy J

#1 I tought that I was alone – Kai
Pemalas. Satu kata untuk Kai. Mempunyai kekuatan teleportasi yang sudah mengendap di tubuhnya hampir 10 tahun itu, membuatnya menggampangkan sesuatu. Ia selalu bangun siang, karena ia tidak perlu berjalan untuk sampai ke sekolah. Seperti pagi ini, Kai terlalu malas untuk bangkit dari kasurnya yang super empuk.
Bibinya, sudah berkoar-koar dari bawah menyuruh Kai sekolah. Dengan sekejap, Kai sudah berada di kamar mandi, membasuh badan seadanya, memakai seragam sekenanya, dan buuuf! Ia sudah ada di tengah jalan menuju sekolahnya.
Sudah hampir 3 hari ini Kai merasa diawasi. Setiap pergi dan pulang sekolah, bahkan saat di kelas. Dan sekarang. Kai berhenti, dan menunjukkan smirk nya.
“Okay, okay. Siapapun dirimu aku ingin kau menunjukkan sosokmu. Ayo cepat, aku tahu kau disana.” Kata Kai mengancam. Belum ada tanda-tanda. Kai menghela napas,
“Aku serius, jangan main-main denganku.”
Kai menunggu, hingga terdengar satu langkah kaki, dengan kecepatannya, Kai menyergap sosok itu dengan menarik kerah baju yang ia pakai. Tertangkap!
“Aha! I know I’ve been followed! Who are you?! What do you want?!”
Sosok itu terlihat panik, “Aaaah oke, oke! Aku mengaku! Aku mengikutimu, oke? Bisa turunkan aku please?”
Kai tidak sadar, selain menarik kerahnya, ia juga mengangkatnya tinggi-tinggi. Bruk! Kai pun melepaskan sosok itu.
“Oke, bicara.”
Sosok itu bangkit dan berdehem, “Kenalkan dulu. Ahem! Aku agen Spark dari XOXO organitation, bidang intelejen, technical. Salam kenal.” Spark mengulurkan tangannya ke arah Kai yang hanya disambut oleh tatapan aneh Kai.
“XOXO apa?”
“Baiklah, itu bisa kita bicarakan nanti. Intinya, aku butuh kau untuk sebuah misi.”
Kai kini tertawa, “Oke, siapa namamu tadi? Spike? Aku ingin pergi ke sekolah dan aku tidak ada waktu untuk bercanda dan bermain agen-agen rahasia”
“Ini serius, dan namaku Spark.”
Kai mengedikkan bahu, “Whatev.. So, bye, Spike!”
“Tunggu! Aku tahu tentang kekuatan teleportasimu, Kai!” teriakan Spark membuat langkah Kai terhenti. Lagi-lagi Kai kini sudah dihadapan Spark dengan durasi 1 detik.
“Apa katamu? Darimana kau tahu?”
“Dengar, aku ingin kau dengarkan aku dulu. Intinya, kau tidak sendirian, Kai.”
Mata Kai membulat, “Benarkah? Ada orang-orang lain sepertiku?!”
Spark mengangguk cepat, “Ya... dan... tolong turunkan aku lagi? Please, Kai?” lagi-lagi Kai menarik kerah Spark.
“Oh, sorry,”
“Oke, Kai. Sepertinya kau akan bolos sekolah dulu. Kita akan bicara.”
Kai tersenyum, “Kau mau bicara dimana? Aku bisa membawamu kemanapun yang kau mau.”

#2 Jumpy Time Traveling – Spark
Spark merasa tubuhnya bergetar hebat, keringat dingin dan merasa mual-mual. Kai disebelahnya tidak memedulikan Spark, ia malah terpana dengan bangunan yang ada di hadapannya. Efek teleportasi bagi orang awam, ya seperti ini.
“Whoa! This is cool! Well, sebenarnya, hanya pabrik tidak terpakai tapi keren. Jadi markas rahasia ada di dalam sini?” tanya Kai takjub. Spark memegang perutnya yang terasa berputar putar itu. Ia akan menuntut semua perusahaan film tentang agen rahasia, karena orang awam seperti Kai bisa mengetahuinya dengan mudah.
“Ya, ya... seperti itu...” Kata Spark sambil melangkah masuk ke dalam bangkai pabrik itu. Kai mengikutinya, seperti anjing yang mengikuti masternya.
“So, Spark, apa kau menggunakan kode sidik jari? Bola mata?”
“ID card,” Spark menunjukkan ID card yang ia gantung di lehernya. Spark memencet sebuah tombol di depan pintu pabrik, lalu muncul sebuah panel seperti untuk menggesek kartu kreditmu di pasar swalayan. Spark pun menggesek ID cardnya disana, dan pintu pun terbuka.
“Wow. Apakah nanti aku dapat ID card seperti itu?”
Spark tidak menjawabnya, mereka hanya berjalan, berjalan, dan terus berjalan, dan sampai di sebuah ruangan penuh dengan komputer komputer canggih, meja dengan penuh kertas, dan layar layar LCD menampakkan beberapa wajah, termasuk wajah Kai.
“Hey! Dari mana kau mendapatkan fotoku itu? Aku tampak ganteng,”
“Dari satelit canggih milik XOXO” sosok perempuan muda dengan rambut dikuncir muncul dari balik layar layar besar itu. Spark terenyum,
“Ah, Kai, kenalkan ini Mist.”
Mist tersenyum manis, “Mist. Teknik intelejen.”
“Kai. Teleportation?” Kai nyengir.

#3 Teach some new technology to kids – Mist
Setelah mendapat penjalasan panjang lebar tentang XOXO, dan 5 orang lainnya yang mempunyai kekuatan sama seperti Kai, Mist menghela napas,
“So, Kai, are you... understand?”
Kai melongo, “Uh? Aku hanya tau tugasku mencari 5 orang lainnya, kan?”
Mist mengangguk, “Benar, dan... kau butuh teknologi untuk mencari mereka.”
Mist memencet sebuah tombol, dan dari meja muncul sebuah kotak yang berisi alat-alat canggih.
“Cool!”
“Lihat, kau hanya butuh ini” Mist mengeluarkan alat sepeti handphone touch screen, dan ada antene sepanjang 3cm.
“GPS.”
“GPS?”
“Hu-uh,” Mist menyalakan ‘GPS’ itu dan muncul peta jalanan. “Ini bukan GPS biasa. Ini bisa mendeteksi kekuatan super. Kau tahu, orang yang mempunyai kekuatan super punya aura panas yang berbeda. Orang yang punya kekuatan sepertimu, memancarkan warna biru muda.”
Kai mengambil GPS itu, “Oke. Keren.”
Spark muncul di sebelah Mist, “Waktumu hanya 3 hari sebelum bulan purnama. Saat bulan purnama...”
“The Dark bangkit, keluar dari sarangnya dan akan membunuh populasi manusia. Ia hanya bisa dikalahkan oleh kami, aku tahu itu Spark. Oh, ya, terima kasih Mist! Sekarang bisa aku pulang?” Kai mengantungi GPS-nya.
Mist tersenyum, “Kau boleh pulang. Dan aku ingin kau kembali dengan 5 orang itu.”
“Aye, captain!” Buuush! Kai hilang dalam sekejap. Mist menghela napas,
“Spark, kau bisa percayakan Kai?”
“Ya... terus awasi Kai. Ia masih terlalu bocah untuk hal ini. Tetapi... bagaimana lagi, The Dark harus dikalahkan, kan?”
Mist kini menatap layar besar dengan bintik merah yang berjalan di tengah-tengah map. “Tenang, aku tadi menempelkan pelacak di tubuh Kai. Kita bisa tahu ia berada dimana.”
Spark tersenyum, “Bagus.”

#4 Beach and cool guy named Kai – Suho
Suho memegang karangan bunga lili dengan erat. Ini tepat 10 tahun kematian temannya, yang tenggelam bersamanya waktu itu. Suasana pantai kali ini cukup ramai, mereka tampak sangat bersenang-senang. Mungkin, hanya Suho-lah yang berwajah berduka. Tepat di dekat batu karang yang besar, Suho menaruh karangan bunganya. Ia menyatukan kedua telapak tangannya, dan berdoa untuk temannya. Semoga ia tenang di surga sana...
Byuuur!
Doa Suho buyar saat ia mendengar sesuatu jatuh di tengah laut sana. Seseorang tenggelam! Suho teringat temannya yang tenggelam itu. Sebelum kejadian itu terulang lagi, ia menuju ujung pantai, menyentuh air, dan mengontrolnya untuk menyeret seseorang yang tenggelam itu.
Seorang pemuda, dengan seragam sekolah. Suho menatap pemuda itu aneh, sedang apa anak sekolahan berada di pantai?
“Uhuk!” pemuda itu terbatuk, Suho pun mendekatinya,
“Kau tidak apa-apa?”
“Hoooaaah!” pemuda itu bangkit dan buru-buru merogoh sakunya, “GPS! Mana GPS?!”
Suho menatap aneh pemuda itu yang nampaknya mencari sesuatu. Suho melirik apa yang kini tertimbun di pasir. Sebuah handphone?
“Ah, apa maksudmu ini?”
Pemuda itu tersenyum dan mengambilnya, “Uah! Syukurlah! Ternyata ini waterproof, ini canggih sekali...”
Suho tersenyum, “Kau sehat dan nampaknya handphone mu juga begitu. Lain kali hati hati, kenapa bisa tenggelam?”
Pemuda itu memeras kemejanya yang basah, “Ah? Kesalahanku, kadang aku miss landing,”
“Miss Landing?”
“Ya kau tahu... teleportasi...”
Suho terkejut, “Hah?! Kau...”
“Whoa, whoa, tenang, tenang!” pemuda itu panik melihat wajah Suho yang menegang. Pemuda itu pun menatap GPS-nya, dan dilayar, muncul pancaran biru muda, “Kau orangnya!”
Suho mundur selangkah, “Jangan mendekat! Jika kau tahu siapa aku, aku mohon jangan mendekat!” Suho menatap takut pemuda di depannya. Apakah ia adalah penculik kekuatan super? Biasanya orang jahat mau menangkap orang dengan kekuatan super untuk memanfaatkannya untuk kejahatan, kan?
“Tenanglah, tunggu, aku sama sepertimu” pemuda itu mendekat perlahan, “Namaku Kai.”
Suho menghela napas, “Benarkah?”
“Ya. Tadi aku menggunakan kekuatan teleportasiku. Karena belum terlalu bisa mengontrol, kadang aku salah tempat mendarat. Sialnya, aku jatuh di tengah laut. Sepertinya, kau yang menyelamatkanku?”
Suho mengangguk, “Uh, ya... bagaimana kalau kita bicara di rumahku? Tidak jauh dari sini, kok.”
Kai mengangguk senang, “Ide bagus.”

#5 Water Guy, Suho – Kai
Rumah Suho tidak terlalu besar, kecil namun nyaman. Rumahnya domnian terbuat dari kayu, dan menurut Kai, ini rumah keren. Kacanya besar-besar, menghadap pantai. Dan ini adalah pemandangan super keren versi Kai. Suho sendiri suka dengan pemandangan di rumahnya.
“Nice house, bro...”
Suho tersenyum, “Haha, Thanks.”
Kai duduk di sebuah sofa super empuk berwarna hijau muda, “So, Suho, air. Kau mengendalikan air.”
Suho mengangguk, “Yap. Tidak terlalu hebat sih... sama, kadang aku belum bisa mengontrol airnya dengan benar.”
Kai tampak tertarik, “Kau tahu, menurutku kekuatanmu keren. Apa kau bisa membuat bola air ditanganmu?”
“Bisa, tetapi aku harus membasahi tanganku dulu.” Suho mengambil sebuah botol kecil dari tangannya, dan menuangkan setetes air di telapak tangannya. Buuf! Seketika, muncul bulatan bola air di tangan Suho.
“COOOOL!”
“Haha, menurutku teleportasi juga keren. Kau bisa kemana pun yang kau mau, kan?”
Kai tersenyum puas, “Yaah, tentu saja. Baiklah. Kita tidak ada waktu lagi.”
Suho teringat obrolannya dengan Kai selama di perjalanan menuju rumah. Tentang The Dark, juga XOXO organitation. Oh, dan seorang pria bernama Spark juga wanita bernama Mist.
“Oke, jadi, kita harus menemukan orang ketiga kapan?”
“Sore ini.” Kai tersenyum. 

Bersambung~ karena ini di blog, jadi aku akan membaginya jadi beberapa bagian. oke (di word sih cuma 22 halaman ._.)

[FF] This Is Us!


EXO Fict – This Is Us

Cast: EXO

A/N: FF iseng! Haha entah mau dilanjutkan menjadi FF panjang atau gimana. Aku pengen aja menceritakan asal usul kekuatan mereka berasal. Hehe, maaf ya, aku agak bingung di bagian Baekhyun, Lay, Kris dan Sehun. Mereka kekuatannya sedikit aneh, sih. Hehe. Yang D.O. juga sempet bingung tapi yeaaay mereka semua sudah selesai! Ceritanya, mereka sedang di interview tentang kekuatan mereka. Ada yang panjang, ada yang pendek.
Each member have their own story. Each member story is a drabble (or flash fict?). Happy reading all :)

xoxo


#Teleportation – Kai
Bagaimana rasanya bisa berpindah pindah tempat dengan kecepatan tinggi—hanya dengan menutup matamu, bayangkan tempat yang kau ingin kau tuju, dan voila! Kau sudah berada disana. Yah, it’s my specialist. Entah sejak kapan aku bisa melakukan ini, yang jelas, aku ingat saat umurku masih 8 tahun.
Saat itu, hari yang sangat buruk bagiku. Saat pulang sekolah, aku menemukan ruang TV sudah berubah menjadi ruang berdarah, Ayah dan Ibuku terbunuh disana. Sosok dengan baju serba hitam, dengan masker terpasang di wajahnya menatapku tajam, pisau yang ia pegang, ia angkat. Selanjutnya, ia ingin membunuhku.
Apa yang aku lakukan? Menutup mata, dan tiba-tiba saja aku ada di halaman sekolah. Sepi, semua anak sudah pulang. Aku terduduk lemas, dan pingsan setelah itu. Dan saat terbangun, aku sudah di rumah sakit. Bibiku mengatakan orang tuaku terbunuh. Ternyata yang tadi itu bukan mimpi.
Walaupun kekuatanku ini sangat keren, aku kurang cukup untuk bisa mengendalikannya. Kadang aku salah tempat tujuan, atau malah tidak pergi sama sekali. Tidak apa apa, aku senang punya kekuatan seperti ini! Sssst, aku menggunakannya setiap pergi ke sekolah, sehingga aku tidak pernah terlambat!

#Flame – Chanyeol
My specialist? Kalau kau bertanya tentang my specialist, tentu saja adalah futsal! Aku mencintai futsal lebih dari apapun. Lalu... ah, aku juga bisa memainkan berbagai macam instrumen, maklum, ibuku gemar sekali menyekolahkan anaknya di sekolah apapun. Oh, dan ada satu yang spesial. Aku bisa mengendalikan api. Benar, lho! Yah, walaupun aku inginnya bisa mengeluarkan api dari mulutku seperti naga.
Itu terjadi saat ulang tahun kakakku. Mereka semua memainkan kembang api, banyak sekali. Saat itu, kakakku tidak sengaja menjatuhkan kembang api ke meja, dan membuat meja kayu kesayangan ayah terbakar. Semua orang panik, termasuk aku. Yang aku lakukan hanya berusaha ‘berpikir’ dan mengalirkan pikiranku itu pada api. ‘kecil, kecil, kecil!’ dan api itu mengecil. Itu sangat magical untukku! Untuk memastikan, aku mengatakan ‘besar, besar, besar!’ dan api itu membesar dan membakar kursi. Saat itu aku benar-benar merasa senang! Karena mereka panik dan membuat tetangga juga ikutan panik, aku kini tidak main-main. Aku mematikan apinya, hanya dengan sekali kibas oleh tanganku. Semua mendadak tenang. Aku terdiam, tidak memberitahu kalau itu aku yang melakukannya.
Kenapa ya, aku bisa mempunyai kekuatan seperti itu? Kalau ini dewa yang memberinya, berarti aku anak spesial kan?

#Water – Suho
Sebenarnya, aku itu takut air. Sangat takut. Sampai sampai, aku selalu bolos dalam pelajaran olah raga saat mereka menyuruh kita masuk ke kolam renang. Tentu saja, aku takut karena ada alasannya. Baiklah, aku pernah melihat temanku yang tenggelam di laut, dan wajahnya membiru... menakutkan! Aku juga hampir tenggelam bersamanya, hanya saja penyelamat hanya berhasil menyelamatkanku. Temanku tidak tertolong. Saat itu, aku mengutuk semua lautan yang ada di muka bumi ini. Tapi, mungkin tuhan marah padaku, makanya aku diberi kekuatan seperti ini. Aku bisa mengendalikan air semauku. Membuat pusaran air seperti kloset? Atau membuat ombak seperti tsunami? (untuk yang tsunami aku belum pernah mencobanya, tapi mungkin bisa).
Andai saja, kekuatanku ini bisa mengendalikan hujan. Itu pasti lebih keren!

#Telepathy – Luhan
Hati-hati, jangan pernah main-main denganku. Karena aku bisa membaca pikiranmu, dan bisa merasuki pikiranmu, dengan mudah. Ah, aku tahu sekarang kau terkejut. Yah, aku memanfaatkan kemampuanku ini untuk mencari uang. Aku bukan berasal dari keluarga kaya, aku harus mencari sendiri uang jajanku. Pilihanku, menjadi street magician. Yah, fake magician actually. Kalau pesulap lain menggunakan trik untuk membaca pikiran orang, kalau aku benar-benar bisa membacanya.
Biasanya, aku melakukan aksiku di pasar, subway, dan dipinggir jalan. Tidak jarang yang terkagum-kagum padaku, dan memberi uang lebih. Biasanya, aku memainkan kartu dan menebak kartu apa yang mereka ambil, atau menebak angka berapa yang mereka pikirkan, dan tentu saja sok-sok-an membaca garis tangan. Mereka semua tertipu habis. Aku benar-benar bisa membaca pikiran mereka.
Tetapi, membaca pikiran orang tidak selamanya menyenangkan. Selama di sekolah, aku harus terus menerus memakai headphone, karena suara pikiran orang-orang berseliweran di otakku. Kadang, ada hal yang benar-benar tidak seharusnya aku ketahui.

#Flight – Kris
Menurutku, ini sangat menyenangkan. Orang-orang bermimpi untuk terbang, literally terbang, bukan dengan pesawat. Merasakan bagaimana menjadi burung, melihat langit lebih dekat, merasakan angin, dan menatap indahnya kota dari atas langit. Menyenangkan, kan? Aku bisa membawamu terbang kemana pun yang kau mau.
Sebuah keberuntungan bagiku bisa terbang, tanpa sayap. Yah, kau tahu, seperti Superman, yang bisa terbang secepat rudal? Aku bisa terbang lebih cepat daripada itu. Dari mana ini berawal? Aku tidak tahu pasti, tetapi aku termasuk korban kecelakaan pesawat.
Saat itu aku, dan kedua orang tuaku sedang melakukan perjalanan dengan pesawat dari Kanada. Entah kenapa, aku sudah berfirasat buruk saat itu. Dan ternyata benar. Di tengah perjalanan, di atas laut, pesawat kami mengalami kebakaran mesin. Pesawat kami terbakar, berputar putar, dan mengalami banyak kerusakan. Saat itu salah seorang membuka pintu darurat, tepat di depanku. Karena itu, aku terpental keluar, dan aku terjun bebas, dengan beberapa orang lainnya. Aku berteriak keras, menangis, dan memohon pada tuhan. Saat itu lah, tubuhku tidak tercebur ke dalam laut, tetapi kembali melesat ke atas. Sayangnya, saat itu aku masih kecil. Kalau badanku cukup besar, aku pasti akan menolong orang tuaku.

#Healing – Lay
Ayahku seorang dokter. Dokter yang sangat hebat. Aku amat-sangat mengaguminya. Hanya saja, saat umurku 11, Ayah terbunuh di depan mataku. Aku tahu siapa yang membunuh Ayahku. Itu adalah Ayah dari seorang anak yang sakit, yang tidak berhasil ayahku selamatkan.
Saat itu, anak itu sakit keras. Tubuhnya panas, dan ia batuk darah. Ayahnya sangat berharap pada Ayahku. Tetapi, terlambat, anak itu sudah mencapai ajalnya. Siapa yang disalahkan? Ayahku. Ayah dari anak itu terus saja mengatakan Ayahku seorang pembunuh. Dan nyawa memang dibalas nyawa.
Ayahku sekarat. Aku menangis keras di atas perut ayahku yang kini sudah mengeluarkan banyak darah. Aku memegangnya pelan, berharap luka itu menutup. Dan saat itulah keajaiban terjadi. Dari tanganku muncul cahaya, yang merambat masuk ke dalam luka ayahku, dan menyembuhkannya. Dan ayahku pun selamat. Aku sempat takut pada diriku sendiri, maka dari itu aku menyembunyikannya. Sampai saat ini, ayah mengatakannya kalau itu keajaiban tuhan. Oh ya, dan orang yang membunuh ayahku dipenjara seumur hidup.

#Earth – D.O
Aku termasuk seorang bocah yang tidak bisa mengendalikan amarahku. Sekalinya marah, aku bisa menghancurkan apapun. Orang tuaku menyerah, dan mereka berkonsultasi pada dokter anak saat itu. Keluarga kami pindah rumah ke lingkungan yang sepi, agar tidak ada yang memicu amarahku. Hidup seperti itu, membuatku menjadi anak yang pendiam.
Karena pekerjaan ayah, kami terpaksa pindah lagi ke perkotaan. Karena sudah melakukan terapi, aku masih bisa menahan amarahku. Di sekolah, sering kali aku diganggu oleh orang orang. Seperti kata ibuku, jika aku akan marah, tutup mata, tarik napas, dan simpanlah amarah itu sambil tersenyum.
Salahnya, apapun yang dipendam, pasti akan meledak, kan? Saat itu, aku melihat ibuku diganggu oleh segorombolan preman yang mabuk, dan melakukan hal yang tidak senonoh pada ibuku. Saat itu aku sangat sangat dan benar benar marah. Aku mulai menghentakkan kakiku, dan BOOOM! Terjadi dentuman yang keras, yang membuat 10 meter jalanan di depanku rusak parah, dan aku melihat preman itu terluka terkena retakan jalan. Ibuku yang kaget langsung pingsan. Untungnya, ibuku tidak ingat. Dan media pun meliputnya sebagai gempa bumi.
Wow. Sebenarnya, ini ide yang bagus untuk melampiaskan kemarahanku, kan? Hanya saja, ini Cuma terjadi saat aku marah. Jadi, apa kalian berani membuatku marah? J

#Light – Baekhyun
Nyala, Mati. Nyala, Mati. Ups, hehe, tadi baru saja aku mempraktekkan kekuatan yang aku dapat sudah hampir sepuluh tahun. Ini aneh, apa aku terinfeksi oleh bahan bahan kimia atau radiasi seperti di film-film? Aku bisa mematikan atau menyalakan lampu semauku. Tanganku juga bisa mengeluarkan cahaya. Dan oh, dan ini bagian paling keren, aku bisa melihat di dalam kegelapan! You know, kekuatanku akan meningkat di siang hari, dan melemah di malam hari. Matahari membuatku makin kuat. Aku bisa menyerap sinar matahari, dan menggunakannya untuk menyalakan alat elektronik!
Jika kalian kehabisan baterai ponsel, datanglah padaku J aku bisa menghidupkannya untukmu! Dan tentunya, dengan uang yang cukup, ya!

#Wind – Sehun
Ayahku salah satu penggemar berat angin topan, dan aku selalu mengikuti semua petualangannya mencari angin topan. Ia selalu menonton perkiraan cuaca, bahkan ia bisa membuat sendiri alat pendeteksi angin topan. Dan aku akui, itu sangat menyenangkan.
Aku termasuk bocah yang mudah sekali terkesima dengan apapun. Dan aku menganggap hobi ayah itu keren. Untuk mengejar angin topan, kau harus mempunyai keberanian yang besar!
Saat itu, adalah pengejaran angin topan ke-100 yang ayahku lakukan. Awalnya, ayahku tidak memperbolehkan aku ikut dengannya. Hanya ia dan teman-temannya. katanya, topan kali ini sangat besar. Ia bisa menghisap tiang listrik yang tertancap keras di tanah, dan bisa membuat jalanan rusak! Aku ngotot, akhirnya ayah memperbolehkanku ikut.
Apa yang ayah katakan benar, bahkan kita harus menunggunya dari tempat yang jauh. Ayah nekat, ia ingin melihatnya lebih dekat. Teman-temannya melarang, termasuk aku. Tetapi ayah tetap ngotot (sepertinya, kita berdua sama-sama keras kepala, ya?).
Kecelakaan pun terjadi. Ayah terseret masuk ke dalam pusaran. Entah pikiran dari mana, aku yang masih 10 tahun, berlari mengejar ayahku. Anehnya, tubuhku sama sekali tidak terangkat. Bahkan aku bisa merasakan angin yang berputar itu ditanganku. Aku pun mulai mencoba menahan angin itu dengan kedua tanganku, dan berhasil! Kekuatan anginnya menurun, ayahku terjatuh dan pingsan. Teman-teman ayah memanggil ambulan, sedangkan aku terdiam di tempat. Aku bisa mengendalikan angin!
Lama kelamaan, aku bisa meng-improove kekuatanku. Aku bisa meniup dengan kekuatan besar, dan bisa memunculkan topan kecil di tanganku J Pssst, kadang aku membuat topan untuk membuat ayahku senang.

#TimeControl – Tao
Mengatur waktu adalah impian semua orang. Kembali ke masa lalu, melihat masa depan, menghentikan waktu, mempercepat waktu, atau bahkan memperlambat waktu. Menurutku, itu sangat keren. Belum ada alat seperti itu di muka bumi ini. Tetapi, aku... aku bisa melakukannya.
Mengerikan, awalnya. Saat itu aku berhasil mengentikan waktu saat adikku yang hampir tertimpa reruntuhan rumah tua, di tempat kita bermain. Saat itu tiba-tiba waktu berhenti, saat aku ingin. Buru-buru aku menyelamatkan adikku dan adikku selamat. Aku awalnya heran dengan semua ini. Aku mencobanya lagi, lagi, lagi. Tetapi kekuatanku tidak bisa digunakan seenaknya. Hanya kalau terdesak, dan jika ada yang membutuhkan.
Fuuh, untung saja kekuatan ini ada limitnya. Kalau tidak, aku bisa merusak waktu. Sungguh sulit mempunyai kekuatan seperti ini, karena kau harus bijak dalam menggunakannya.

#Lightning – Chen
Petir itu mengerikan, ia bisa membuat orang mati hanya dengan sekali sambar. Aku pernah tersambar petir, dan selamat. Mungkin ini yang membuatku mempunyai kekuatan ini. Aku bisa mengendalikan petir semauku. Bahkan, aku bisa menyambar apapun! Aliran listrik mengalir di tanganku. Menyenangkan, karena aku tidak akan pernah tersabar apapun dengan barang-barang yang mengandung listrik.
Aku bisa menyalakan TV yang rusak, radio, atau yang lain. Aku membuka sedikit usaha disini, dimana toko Pamanku yang selama ini mengurusku, tokonya hampir sepi pelanggan. Tetapi, karena aku membantunya, dengan tagline ‘setengah hari jadi’, toko pamanku kebanjiran pelanggan. Paman memujiku jenius. Haha, padahal ini berkat kekuatan aneh yang aku dapatkan.

#Frost – Xiumin
Aku orang terakhir? Ah, oh, baiklah, aku akan menceritakannya secara cepat. Hm, dulu aku tinggal di tempat yang dingin, yang banyak sekali gunung es disekitarnya. Aku dan kakakku senang sekali mendaki gunung-gunung itu. Hanya saja, kecelakaan terjadi. Typical, memang. Kekuatan selalu datang jika terjadi kecelakaan. Aku dan kakakku terkena longsor salju. Dan selama 3 hari, aku hilang. Kakakku selamat, dan meminta bantuan orang-orang untuk mencariku.
Entahlah, selama itu aku tidak sadarkan diri. Kau tahu... seperti mati suri? Aku tidak merasakan apapun... hingga sebersat cahaya datang menghampiriku. Cahaya itu sangat terang... hingga aku terbangun, aku sudah ada di rumah sakit. Disana, ibuku dan kakak menatapku khawatir. Dan mereka mengatakan aku sempat beku karena tertimbun salju selama 3 hari! Dan itu adalah keajaiban tuhan, aku masih hidup.
Semenjak itu, apa yang aku sentuh, beku. Apapun. Itupun yang membuatku harus memakai sarung tangan kemanapun aku pergi. Oh ya, ini yang paling menarik. Nafasku juga bisa membekukan sesuatu. Kau mau coba? ;)





KYAAAAA nulis apaan ini malem-malem, langsung dikebut ampe begadang... wkwkwk FF norak niiiih. ide udah dari dulu pas si exo debut tapi baru ngetiknya sekarang~ lalalala oh ya, I dont own anything except the plot okay! .______.

10 Days in Korea: Busan


Dynamic Busan
Kita udah sampe di kota kedua terbesar di Korea, Busan. Busan punya tagline, aku sampe hapal ‘Dynamic Busan’. Kalau Jeonju dingin, di Busan panas! Baru sampe di luar aja udah panas banget. Kita bertemu temennya Saem, pak Yang. Dia Cuma bawa 2 mobil. Jadinya, kita harus berdesakan dengan barang kita di mobil. Tak apalah, yang penting dapet tumpangan. Oh iya! T-Money bisa dipakai disini loh untuk naik bus kota! Dan bus kota di busan lebih eskstrim ketimbang yang di Seoul!
Busan hampir sama penampakannya kayak Seoul. Yang aku bingung, kok banyak banget Toko yang bertuliskan ‘Yak’ di pinggir jalan? Kayaknya sesuatu yang khas dari Busan. Aku Tanya Saem apa arti ‘Yak’ itu. Ternyata obat. Hm, banyak toko obat ya di Busan?
Hm, aku tak begitu ingat selama di Busan. Yang aku ingat, tempat tinggal kita di sebuah sekolah. Namanya Asian Community Sechool. Sekolahnya lumayan besar. Tapi ternyata muridnya sedikit. Kita akan menggunakan ruang kelas yang gak terpakai disana. Cewek menggunakan kelas Peru, cowok menggunakan kelas Jepang.
Sesi terberat emang di Busan. Disini kita benar-benar sibuk! Manggung kesana kemari, di depan banyak orang. Dalam hati, kalau saja ini di bayar. Yah, anggap saja bayarannya makan gratis dan tempat tinggal gratis.

Angklung VS Gangnam Style
Karena kita bakal menginvasi Asian Community School dengan angklung, mereka juga akan menginvasi kita dengan KPOP. 3 dari mereka (ganteng ganteng loh!) bakal mengajari kita trend kpop terkini (udah basi sih sebenernya) Dance Gangnam Style. Dan cape, Cuma menyenangkan! Begitu sulit mengingat uruta gerakannya. Yang aku benar-benar hapal Cuma bagian reff. Haha tapi asyik, soalnya yang ngajar Ganteng! Mirip Dongwoon B2ST^^. Setelah diulang, diulang, diulang dan diulang, akhirnya kita bisa juga (walau gak serapi mereka). Dia bilang,
“Mereka cepet sekali menyerap gerakan kita”
Aku mengatakan dalam hati, Ya iyalah cepet menyerap, kan diajarin kamu~ *gombal mode*. Setelah itu, kita istirahat, dan siap-siap tampil depan mereka. Setelah tampil (kebanyakan anak kecil ternyata) kita mengajari mereka main angklung. Mengajari mereka lebih sulit dari anak SMA kemarin...

Hiking dan Sepatu Kamar Mandi
Entah hari ke berapa, Pak Yang dan teman-temannya mengajak kami naik ke gunung! Awalnya aku bingung kemana kita pergi, tapi lama lama jalan semakin nanjak. Ternyata kita ke trek hiking (untungnya trek ini bisa dilalui mobil) dan kita berhenti. Whoa! Ternyata kita diajak untuk melihat pemandangan kota Busan~ setelah puas, kita naik lagi... dan kita turun. Kali ini kita ke salah satu tempat peninggalan (dan harus jalan).
Aku bener-bener gak tau kalau kita bakal hiking jadi aku pakai sepatu karet ku yang bermerek terkenal itu. Yah, aneh aja kan hiking pake sepatu itu. Dan sebel sekaligus lucu, temannya Pak Yang itu bilang sepatuku kayak sepatu kamar mandi! Ya ampun paaak, ini sepatu trend banget di Indo paaak -__-. Yah maklum sih ya, orang korea sepatunya bagus bagus dan bersih mulus. Setelah puas melihat pemandangan di Busan... akhirnya kita pulang~

note: Actually, theres a LOOOOT of story, but I can remember well the story. The story is tooo much and its scrambled in my head. So! for more info and stories, you can visit here.
Thankyou^^

Love, asyila.